UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Kadar hemoglobin rendah selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Kadar hemoglobin di bawah normal dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi akibat kekurangan nutrisi penting. Anemia dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang cukup. Konsumsi makanan sehat dan seimbang, terutama makanan kaya zat besi, dapat membantu mencegah rendahnya kadar Hb. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat menurunkan kadar hemoglobin, yang berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan persentase kadar hemoglobin rendah pada ibu hamil dengan KEK. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji statistik deskriptif frequency, didapatkan nilai rata-rata kadar Hb 11.84 g/dl, kadar tertinggi 14.8 g/dl, dan kadar terendah 10.1 g/dl dari 30 sampel darah vena ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Kiajaran Indramayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Kiajaran Wetan Indramayu (n=30) memiliki kadar hemoglobin rata-rata 11.84 g/dl, dengan kadar tertinggi 14.8 g/dl dan terendah 10.1 g/dl. Persentase kadar hemoglobin rendah ditemukan pada 16 ibu hamil KEK (53.3%). Kesimpulannya, kadar Hb rendah pada ibu hamil KEK berisiko menyebabkan anemia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar hemoglobin rata-rata pada ibu hamil dengan KEK adalah 11.84 g/dL, dengan persentase kadar hemoglobin rendah mencapai 53.Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan KEK berisiko mengalami anemia.Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan kadar hemoglobin secara berkala dan memberikan intervensi gizi yang tepat kepada ibu hamil dengan KEK.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap rendahnya kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan KEK, seperti pola makan, pengetahuan gizi, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai intervensi gizi, seperti pemberian suplemen zat besi dengan dosis yang berbeda atau pemberian makanan tambahan yang diperkaya zat besi, dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah anemia pada ibu hamil dengan KEK. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman ibu hamil dengan KEK terkait dengan konsumsi makanan, kepatuhan terhadap suplemen zat besi, dan akses terhadap layanan kesehatan, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih mendalam untuk pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia.

Read online
File size459.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test