UNHASAUNHASA

JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Asfiksia masih menjadi salah satu penyebab kematian neonatal tertinggi di Indonesia. Di antara berbagai faktor penyebab, pre‑eklampsia pada ibu hamil maupun bersalin diduga menjadi salah satu penyebab asfiksia neonatorum. Kajian faktor risiko dan karakteristik ibu pre‑eklampsia terus diteliti untuk mengetahui akibatnya terhadap luaran perinatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara faktor Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar Hb pada ibu bersalin dengan pre‑eklampsia terhadap asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain analitik retrospektif. Populasi yaitu ibu bersalin dengan pre‑eklampsia dan bayinya di RS Bunda Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampel dan didapatkan sebanyak 30 responden pada bulan April‑Mei 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IMT dan kadar Hb memiliki nilai p‑value masing‑masing p=0,326 dan p=0,006. Artinya faktor kadar Hb pada ibu bersalin dengan pre‑eklampsia menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap kejadian asfiksia neonatorum, sedangkan faktor IMT tidak menunjukkan adanya korelasi.

Penelitian tidak menemukan korelasi yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu bersalin dengan pre‑eklampsia dan kejadian asfiksia neonatorum.Sebaliknya, terdapat korelasi positif dan signifikan antara kadar hemoglobin (Hb) pada ibu bersalin dengan pre‑eklampsia serta kejadian asfiksia neonatorum.Hal ini menunjukkan bahwa kadar Hb dapat menjadi faktor risiko yang dapat dipantau untuk mengurangi risiko asfiksia pada neonatus dari ibu pre‑eklampsia.

Peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kohort longitudinal yang memantau perubahan kadar Hb ibu selama kehamilan dengan pre‑eklampsia serta hubungannya dengan berbagai outcome neonatal selain asfiksia, seperti berat lahir rendah dan komplikasi pernapasan, untuk menilai apakah dinamika Hb memberikan prediktor tambahan. Selain itu, diperlukan uji intervensi yang mengevaluasi efek suplementasi zat besi terkontrol pada ibu pre‑eklampsia, dengan membandingkan kelompok yang menerima dosis optimal versus standar, untuk menentukan apakah peningkatan Hb dapat menurunkan insiden asfiksia neonatorum secara signifikan. Selanjutnya, sebuah studi kasus‑kontrol multi‑pusat dapat menyelidiki interaksi antara pola tekanan darah maternal, kategori IMT, dan severitas asfiksia neonatorum, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi faktor risiko yang paling deterministik bagi kematian neonatal dan merumuskan pedoman skrining yang lebih tepat bagi populasi berisiko tinggi.

  1. PENGARUH IMT IBU HAMIL PREEKLAMPSIA DENGAN LUARAN PERINATAL | Indonesian Midwifery and Health Sciences... e-journal.unair.ac.id/IMHSJ/article/view/27718PENGARUH IMT IBU HAMIL PREEKLAMPSIA DENGAN LUARAN PERINATAL Indonesian Midwifery and Health Sciences e journal unair ac IMHSJ article view 27718
  1. #aktivitas fisik#aktivitas fisik
  2. #tekanan darah#tekanan darah
Read online
File size433.99 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2T4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test