UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Kecemasan adalah gangguan psikologis yang umum dirasakan. Kecemasan seringkali disertai perasaan takut, gelisah, dan tanpa penyebab yang jelas, terutama pada penderita hipertensi yang khawatir akan dampak penyakitnya. Penanganan kecemasan pada penderita hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi melalui terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan, pelaksanaan terapi, dan respon pasien terhadap penurunan gejala kecemasan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada dua penderita hipertensi dengan kecemasan. Evaluasi selama 5 hari menunjukkan penurunan 9-10 gejala kecemasan pada kedua pasien. Kesimpulannya, terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir efektif dalam menurunkan gejala kecemasan dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola kecemasan.

Penerapan terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir pada kedua pasien menunjukkan penurunan gejala kecemasan.Pasien pertama mengalami penurunan dari 13 menjadi 4 gejala, sementara pasien kedua mengalami penurunan dari 15 menjadi 5 gejala.Hasil ini mengindikasikan bahwa kedua terapi tersebut efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien hipertensi.Diharapkan pasien dapat terus menerapkan terapi ini secara mandiri untuk mengelola kecemasannya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan menggunakan desain penelitian yang lebih ketat, seperti randomized controlled trials, untuk menguji efektivitas terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memoderasi atau memediasi hubungan antara terapi-terapi tersebut dengan penurunan kecemasan, seperti tingkat kepatuhan pasien, dukungan sosial, atau karakteristik individu lainnya. Ketiga, studi eksploratif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman subjektif pasien selama menjalani terapi, termasuk manfaat dan tantangan yang dirasakan, serta bagaimana terapi tersebut membantu mereka dalam mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perspektif pasien. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan intervensi keperawatan yang lebih efektif dan personal untuk mengatasi kecemasan pada pasien hipertensi.

Read online
File size414.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test