UMSBUMSB
Menara MedikaMenara MedikaPendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular terjadi sebagai respon peningkatan peningkatan tekanan perifer. Peningkatan tekanan darah dapat menimbulkan pola dan gejala yang menjadi penentu dalam menegakan diagnosis diferensiasi sindrom pada penderita hipertensi. Tujuan: penelitian ini untuk untuk mengetahui gambaran dan hubungan tekanan darah serta karakteristik diagnosis nadi terhadap diferensiasi sindrom yang ditemukan pada penderita hipertensi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan one shot case study, sampel penelitian sejumlah 60 responden diambil pada populasi penderita hipertensi dengan teknik purposive sampling. Hasil: Mayoritas responden memiliki hipertensi derajat I (61,7%), diagnosa diferensiasi sindrom menunjukkan api hati menyebar ke atas (40,0%) dan diagnosa nadi wiry (50,0%). Ada korelasi yang bermakna dengan antara tekanan darah terhadap diagnosa diferensiasi sindrom (tekanan sistolik r=0,402, p=0,001<0,05 dan tekanan diastolik r=0,411, p=0,001<0,05) dan ada korelasi yang bermakna antara diagnosis terhadap diagnosa diferensiasi sindrom yang muncul pada responden (r=0,700, p=0,000<0,05). Diskusi: Peningkatan tekanan darah dapat menimbulkan gejala klinis yang diidentifikasikan sebagai diferensiasi sindrom sebagai penegakan diagnosa. Diferensiasi sindrom yang ditemukan pada penderita hipertensi antara lain hiperaktivitas hati, api hati menyebar ke atas, disharmoni cong‑ren, defisiensi yin hati‑ginjal dan dahak menyumbat sanjiao dengan hasil pemeriksaan diagnosis nadi berupa nadi wiry, nadi rapid dan nadi thready.
Penelitian menemukan bahwa penderita hipertensi esensial menunjukkan beragam diferensiasi sindrom, yaitu hiperaktivitas hati, api hati menyebar ke atas, disharmoni cong‑ren, defisiensi yin hati‑ginjal, dan dahak menyumbat sanjiao.Sebagian besar responden memiliki tekanan darah sistolik 130–160 mmHg dan diastolik 80–120 mmHg, serta nadi yang didiagnosis berupa wiry, rapid, dan thready.Analisis statistik menunjukkan korelasi signifikan antara diagnosis nadi dengan diferensiasi sindrom (r=0,700, p<0,001) serta antara tekanan darah sistolik dan diastolik dengan diferensiasi sindrom (r≈0,40, p<0,001).
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas akupunktur pada titik spesifik yang menargetkan sindrom api hati menyebar ke atas dalam menurunkan tekanan darah dan mengubah pola nadi pada pasien hipertensi melalui uji klinis terkontrol secara randomisasi. Selanjutnya, studi metabolomik dapat diadakan untuk mengidentifikasi biomarker serum yang berhubungan dengan masing‑masing diferensiasi sindrom TCM pada hipertensi, sehingga memberikan dasar biologis bagi klasifikasi sindrom tersebut. Terakhir, dikembangkan model prediktif berbasis data demografis, nilai tekanan darah, dan hasil diagnosis nadi untuk secara otomatis mengklasifikasikan sindrom TCM pada penderita hipertensi, yang dapat diuji validitasnya pada populasi yang lebih luas.
| File size | 376.14 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kegiatan ini memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, berbiaya rendah, dan memiliki nilai spiritual tinggi.meskipun durasi intervensi singkatKegiatan ini memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, berbiaya rendah, dan memiliki nilai spiritual tinggi.meskipun durasi intervensi singkat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Disarankan agar dilakukan pendekatan berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat, guna meningkatkan partisipasiDisarankan agar dilakukan pendekatan berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat, guna meningkatkan partisipasi
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Penelitian ini bertujuan mengurai kompleksitas dan meningkatkan nilai akurasi prediksi DM menggunakan metode Fuzzy Decision Tree (FDT) berbasis IterativePenelitian ini bertujuan mengurai kompleksitas dan meningkatkan nilai akurasi prediksi DM menggunakan metode Fuzzy Decision Tree (FDT) berbasis Iterative
MALAHAYATIMALAHAYATI Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalahHipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah
UNIBAUNIBA Terdapat dua faktor risiko yang tidak dapat dikontrol yakni, riwayat keluarga, usia, serta jenis kelamin, dan dapat dikontrol yakni, obesitas, stres, merokok,Terdapat dua faktor risiko yang tidak dapat dikontrol yakni, riwayat keluarga, usia, serta jenis kelamin, dan dapat dikontrol yakni, obesitas, stres, merokok,
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Petugas kesehatan disarankan dapat meningkatkan sarana sumber edukasi promosi kesehatan reproduksi dan informasi mengenai infeksi menular seksual bagiPetugas kesehatan disarankan dapat meningkatkan sarana sumber edukasi promosi kesehatan reproduksi dan informasi mengenai infeksi menular seksual bagi
UBTUBT Pergerakan dan latihan fisik ringan selama kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu yaitu dapat mengurangi nyeri yang dirasakan tetapi juga sangat berpengaruhPergerakan dan latihan fisik ringan selama kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu yaitu dapat mengurangi nyeri yang dirasakan tetapi juga sangat berpengaruh
UNMUHUNMUH Hal ini dikarenakan dukungan keluarga akan memberikan semangat yang lebih untuk pasien hidup lebih sehat. Berdasarkan hasil literature review disimpulkanHal ini dikarenakan dukungan keluarga akan memberikan semangat yang lebih untuk pasien hidup lebih sehat. Berdasarkan hasil literature review disimpulkan
Useful /
STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR Data dikumpulkan menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi, persentase,Data dikumpulkan menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi, persentase,
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Populasi dalam penelitian ini adalah 340 orang pasien hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta. Sampel dipilih dengan menggunakkan teknikPopulasi dalam penelitian ini adalah 340 orang pasien hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta. Sampel dipilih dengan menggunakkan teknik
UBTUBT Pendekatan kualitatif dengan metode bimbingan teknis digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dengan peran aktif mahasiswa KKN sebagai motor penggerakPendekatan kualitatif dengan metode bimbingan teknis digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dengan peran aktif mahasiswa KKN sebagai motor penggerak
UMSBUMSB Faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan adalah umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Ada pasien yang tidak memahami prosedurFaktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan adalah umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Ada pasien yang tidak memahami prosedur