UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Pendahuluan: Kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap rumah sakit Muhammad Natsir Solok masih ada ditemukan beberapa fasilitas yang tidak terawat dengan baik, jika hal tersebut tidak segera di atasi maka kepuasan pasien terhadap rumah sakit bisa menurun. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah M. Natsir Solok Tahun 2022. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang berada di ruangan rawat inap mengunakan metode Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 13 responden (43,3%) yang menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit sudah memadai dan sebagian besar responden yaitu 17 responden (56,7%) sisanya menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit kurang lengkap yang mana hal tersebut berhubungan terhadap kepuasan pasien di ruangan rawat inap, yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas berhubungan terhadap kepuasan pasien di ruangan rawat inap. Kepuasan pasien di ruangan rawat inap Rumah Sakit Muhammad Natsir Solok dikatakan masih baik karena dari 30 responden terdapat 15 responden (50%) yang puas dengan pelayanan yang diberikan. Diskusi: Kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap dikatakan belum memenuhi kebutuhan pasien karena dari 30 responden terdapat lebih dari sebagian yaitu 17 responden (56,7%) menyatakan bahwa fasilitas tidak lengkap.Terdapat hubungan antara kepuasan pasien dan kelengkapan fasilitas karena hasil p value kecil dari 0,05% yaitu 0,027%. Rumah sakit perlu menambahkan fasilitas berupa tempat duduk di ruangan rawat inap, mengendalikan vektor atau serangga pengganggu. Melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak atau perlu di ganti dan pembersihan rutin terhadap kamar mandi karena masih ada beberapa ruangan yang kamar mandinya kotor.

Kepuasan pasien di ruangan rawat inap Rumah Sakit M.Natsir Solok masih tergolong baik, dengan 50% responden menyatakan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan.Kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap rumah sakit tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasien, di mana lebih dari setengah responden (56,7%) menyatakan fasilitas tidak lengkap.Terdapat hubungan signifikan antara kepuasan pasien dan kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p-value yang kurang dari 0,05.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai dampak spesifik dari fasilitas yang tidak lengkap terhadap pengalaman pasien, seperti tingkat kenyamanan dan keamanan selama perawatan. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model fasilitas rawat inap yang ideal, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien dari berbagai kelompok usia dan kondisi medis, serta preferensi mereka terhadap desain dan fitur ruangan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan fasilitas, seperti penerapan sistem pelaporan kerusakan yang lebih responsif dan pelatihan staf kebersihan yang lebih intensif, guna memastikan lingkungan rawat inap yang lebih bersih, nyaman, dan mendukung pemulihan pasien.

Read online
File size507.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test