JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Penggunaan narkoba oleh remaja di Jakarta adalah masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Banyak program sosialisasi telah dibuat untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Namun, masih belum jelas apakah program-program ini efektif, terutama dalam hal bagaimana mereka dapat mengubah pengetahuan, pandangan, dan perilaku siswa. Fokus penelitian ini adalah siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Jakarta untuk mengevaluasi seberapa efektif program sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok yang difokuskan. Data dikumpulkan dari 20 siswa, 10 guru, dan 5 fasilitator program sosialisasi di sekolah menengah lanjutan (SLTP) dan sekolah menengah atas di Jakarta. Metode analisis tematik digunakan untuk menganalisis data untuk menemukan pola, tema, dan persepsi yang berkaitan dengan efektivitas program. Sebagai hasil dari program sosialisasi, siswa memahami bahaya narkoba dengan lebih baik. Perubahan sikap dan tingkah laku, bagaimanapun, tidak selalu terlihat dengan jelas. Sebagian besar siswa menyatakan peningkatan kesadaran mereka, namun ada ketidakpastian tentang bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan. Tidak adanya dukungan orang tua, materi yang tidak relevan, dan keterbatasan waktu adalah beberapa masalah yang ditemukan oleh guru dan fasilitator dalam menjalankan program. Hasil dari program sosialisasi pencegahan narkoba di Jakarta berhasil meningkatkan pemahaman siswa, tetapi sulit untuk secara konsisten mengubah sikap dan perilaku. Rekomendasi untuk perbaikan termasuk peningkatan partisipasi orang tua, materi sosialisasi yang lebih baik, dan penyesuaian program untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Program sosialisasi meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba, dengan mayoritas memperoleh informasi baru.Sikap siswa terhadap narkoba menjadi lebih negatif, meskipun masih ada sikap ambivalen dalam situasi sosial.Perubahan perilaku konkrit masih terbatas, hanya sebagian kecil siswa yang dapat menerapkan pengetahuan menjadi tindakan nyata.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana intensitas keterlibatan orang tua memengaruhi perilaku penolakan narkoba pada remaja Jakarta melalui pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif; selanjutnya, diperlukan pengembangan dan pengujian modul pembelajaran interaktif berbasis digital yang disesuaikan dengan karakteristik remaja Jakarta untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku secara lebih signifikan; serta penting dilakukan studi longitudinal yang melacak keberlanjutan perubahan sikap dan perilaku siswa selama satu hingga dua tahun setelah mengikuti program sosialisasi, guna mengevaluasi faktor‑faktor yang mendukung atau menghambat penerapan pengetahuan jangka panjang.

Read online
File size227.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test