UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin satuan pendidikan adalah kepemimpinan pembelajaran, dimana kompetensi ini mengarahkan kepala sekolah untuk senantiasa mengembangkan dan meningkatkan mutu layanan pembelajaran di satuan pendidikan yang dipimpin. Kepala sekolah telah mencoba berinovasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran, akan tetapi hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil yang optimal. Sehingga pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran berbasis data sekolah perlu dilakukan untuk menjembatani Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah mencapai hasil optimal dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Peserta pelatihan terdiri dari 13 Kepala sekolah dan 8 pengawas sekolah yang terdaftar dalam sekolah penggerak di Kabupaten Nunukan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring di Hotel Laura Nunukan selama 2 hari. Metode diskusi kelompok yang digunakan (collaborative learning) mampu memaksimalkan capaian kompetensi peserta pelatihan yang tertuang dalam beberapa sesi. Hasil pelatihan mengindikasikan bahwa tujuan pelatihan dapat tercapai secara optimal dimana peserta mampu merancang rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di satuan pendidikan setelah pelatihan selesai sesuai dengan kondisi masing-masing. Lebih lagi, peserta memberikan respon yang sangat positif yakni baik sekali terhadap performa narasumber yang mampu memfasilitasi para peserta untuk berperan aktif dalam kegiatan pelatihan. Kondisi tempat pelatihan juga memungkinkan peserta untuk mengikuti pelatihan secara kondusif.

Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab atas kemajuan satuan pendidikan yang dipimpin.Salah satu kompetensi yang diamanahkan (Syahril, 2020) adalah kompetensi kepemimpinan pembelajaran.Ini menunjukkan bahwa mutu dari layanan pembelajaran bergantung pada bagaimana kepala sekolah menyikapi dan menindaklanjuti kompetensi ini dalam merealisasikannya.Dalam membantu kepala sekolah menunaikan tanggung jawabnya, kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia mewadahi kepala sekolah untuk meningkatkan tanggung jawabnya melalui pelatihan peningkatan mutu pembelajaran berbasis data sekolah untuk memastikan peningkatan mutu pembelajaran sesuai dengan kondisi, kesiapan, dan kebutuhan sekolah yang dipimpinnya.Kegiatan pelatihan ini diawali dengan sesi refleksi yang memungkinkan kepala sekolah dalam mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum dikerjakan, dan bagaimana cara melakukannya sehingga tepat sasaran dan kebutuhan.Setelah melakukan refleksi yang dituangkan dalam lembar kerja, kepala sekolah dan pengawas diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi konsep peningkatan mutu pembelajaran dimana narasumber menayangkan beberapa video dan memberikan kesempatan kepada peserta secara mandiri untuk mengeksplorasi terkait data-data yang diperlukan dan strategi penyelesaiannya.Pada sesi selanjutnya, peserta berkolaborasi dalam melakukan refleksi dengan mengisi lembar kerja yang sudah disediakan panitia terkait data yang digunakan dalam peningkatan mutu.Setelah selesai, peserta menuliskan hal-hal apa saja yang didapatkan setelah mempelajari materi dan aktivitas kelompok.Untuk mendapatkan semua peserta tetap semangat dan focus pada kegiatan, peserta bersama panitia dan narasumber melakukan ice-breaking.Dari hasil refleksi, peserta membuat rancangan aksi nyata untuk peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing tetapi tetap berkolaborasi bersama anggota kelompoknya.Setelah peserta selesai, peserta berbagi hasil rancangan aksi nyata baik kelompok maupun dengan kelompok lain.Pembuatan mind-map merupakan salah satu cara untuk menempatkan peserta pelatihan secara utuh materi yang dieksplorasi dan dipraktekan sehingga dapat dimanfaatkan secara menyeluruh dalam peningkatan mutu di satuan pendidikan masing-masing.Juga, peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil rancangannya baik peningkatan mutu maupun pembentukan komunitas praktisi secara bergantian.Sehingga kepala sekolah secara utuh membekali diri sebelum kembali ke satuan pendidikan.Lebih lagi, peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di satuan Pendidikan dan memaparkan hasil rancangan tindak lanjut.Hasil pemaparan mendapatkan masukan baik dari peserta lain maupun dari narasumber sehingga rancangan tindak lanjut yang dikembangkan dapat disempurnakan lagi untuk dapat langsung diterapkan pada satuan Pendidikan setelah kegiatan pelatihan selesai.Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi pembelajaran yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dapat mencapai tujuan pelatihan secara maksimal.Dimana memberikan kesempatan kepala sekolah dan pengawas untuk mengevaluasi yang telah dilakukan dan dampaknya serta hal yang belum dilakukan.Selanjutnya, kepala sekolah dan pengawas bersama merancang rencana aksi nyata sesuai dengan kondisi sekolah.Di tahap akhir, semua peserta memaparkan rancangannya di depan peserta lainnya untuk mendapatkan masukan terkait rancangan yang telah dikembangkan.Tahap akhir adalah kepala sekolah bersama pengawas memperbaiki hasil masukan dan kepala pengawas lainnya.Tahapan kegiatan dan materi pelatihan menuntun peserta dalam mencapai tujuan pelatihan dimana mereka telah mampu mengembangkan program rencana tindak lanjut untuk diterapkan di satuan Pendidikan masing-masing sesuai dengan kondisi satuan Pendidikan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara sekolah yang telah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran berbasis data sekolah dengan sekolah yang belum mengikuti pelatihan tersebut. Studi ini dapat mengeksplorasi perbedaan strategi dan pendekatan yang digunakan oleh kepala sekolah dan pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, serta dampak jangka panjangnya terhadap kualitas pendidikan di kedua kelompok sekolah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan model pelatihan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait seperti guru, staf administrasi, dan bahkan siswa. Model pelatihan ini dapat dirancang untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi di antara semua pemangku kepentingan dalam satuan pendidikan, sehingga menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan dan berorientasi pada data.

  1. English Literature Journal | Social Sciences Journal | IJELS. english literature journal social sciences... ijels.comEnglish Literature Journal Social Sciences Journal IJELS english literature journal social sciences ijels
Read online
File size778.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test