YWNRYWNR

Manajemen Bisnis dan Keuangan KorporatManajemen Bisnis dan Keuangan Korporat

Akuntansi pertanggungjawaban adalah sistem yang digunakan untuk menilai kinerja manajerial di pusat biaya berdasarkan tanggung jawab atas biaya dan pendapatan. Penelitian ini menganalisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam menilai kinerja pusat biaya pada PDAM Wanua Wenang Manado dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem telah diterapkan dengan cukup baik, namun perlu perbaikan dalam mengklasifikasikan biaya terkendali dan tidak terkendali. Pelaporan pertanggungjawaban dilakukan melalui perbandingan anggaran dengan aktual, mengungkap beberapa penyimpangan anggaran yang signifikan.

Penelitian menyimpulkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban di PDAM Wanua Wenang Manado telah diterapkan dengan cukup baik, ditunjukkan oleh pembagian tanggung jawab yang jelas, anggaran partisipatif, dan pelaporan biaya yang terstruktur.Meski demikian, terdapat kelemahan dalam klasifikasi biaya terkendali dan tidak terkendali serta kurangnya konsistensi dalam monitoring penyimpangan anggaran, sehingga memerlukan komitmen manajerial yang lebih kuat.Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem bergantung pada integrasi nilai akuntabilitas dalam praktik organisasi, sehingga PDAM perlu memperbaiki klasifikasi biaya dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Bagaimana pengaruh penggunaan teknologi informasi dalam meningkatkan akurasi klasifikasi biaya terkendali dan tidak terkendali pada PDAM di Indonesia? Sejauh mana integrasi indikator non-keuangan seperti kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional dapat meningkatkan efektivitas evaluasi kinerja manajer pusat biaya? Bagaimana model pelatihan bagi manajer PDAM dalam menerapkan akuntansi pertanggungjawaban untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan anggaran? Penelitian ini perlu mengkaji implementasi sistem informasi akuntansi yang terintegrasi untuk mendukung klasifikasi biaya yang lebih tepat, serta mengembangkan kerangka evaluasi kinerja yang menggabungkan aspek keuangan dan non-keuangan. Selain itu, desain program pelatihan berbasis kebutuhan manajer PDAM dapat menjadi solusi untuk memperkuat kapasitas sumber daya dalam menjalankan sistem akuntansi pertanggungjawaban secara optimal, sehingga mendorong transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah air minum.

  1. Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada... journal.unimar-amni.ac.id/index.php/Populer/article/view/1198Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Dengan Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada journal unimar amni ac index php Populer article view 1198
  2. Peranan Akuntansi Pertanggungjawban Dalam Penilaian Kinerja Pusat Biaya: Studi Kasus Pada PDAM Tirta... jurnal.ibik.ac.id/index.php/jiakes/article/view/334Peranan Akuntansi Pertanggungjawban Dalam Penilaian Kinerja Pusat Biaya Studi Kasus Pada PDAM Tirta jurnal ibik ac index php jiakes article view 334
  3. Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Menilai Kinerja Pusat Biaya (Studi kasus Pada Klinik... ojs.stan-im.ac.id/index.php/JSMA/article/view/205Analisis Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Menilai Kinerja Pusat Biaya Studi kasus Pada Klinik ojs stan im ac index php JSMA article view 205
Read online
File size384.29 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test