JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Bisnis kerajinan tungku dapur ini pada dasarnya dibatasi oleh modal, bahan baku, dan kesulitan memasarkannya. Pengrajin tungku dapur hanya bergantung pada permintaan pengepul, sehingga sulit bagi mereka untuk membuat produk tungku dapur dengan harga tinggi. Selain itu, pembeli lebih tertarik dengan produk yang lebih modern. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesejahteraan pengrajin tungku dapur di desa Banjar Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah para pengrajin tungku dapur, objeknya adalah kesejahteraan pengrajin tungku dapur. Sumber data berupa responden dan informan dari berbagai pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan pengrajin tungku dapur di desa Banjar Baru didominasi oleh tahapan Keluarga Sejahtera I, dengan sebagian kecil berada pada kategori Pra Sejahtera, Sejahtera II, dan III.

Penelitian menunjukkan mayoritas pengrajin tungku dapur di Banjar Baru berada pada kategori Keluarga Sejahtera I (57%), sementara sebagian kecil masih dalam kategori Pra Sejahtera, Sejahtera II, dan III.Kondisi tempat tinggal sebagian besar layak, namun tingkat pendidikan rendah, akses kesehatan terbatas, dan pendapatan masih rendah sehingga pola konsumsi sederhana.Oleh karena itu, diperlukan intervensi pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi para pengrajin.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan di beberapa desa yang berbeda untuk mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang memengaruhi kesejahteraan (pertanyaan penelitian: bagaimana variasi geografis memengaruhi tingkat kesejahteraan pengrajin?). Selain itu, diperlukan studi intervensi yang menguji dampak program micro‑credit dan pelatihan pemasaran digital terhadap peningkatan pendapatan dan akses pasar pengrajin (pertanyaan penelitian: apakah pemberian modal mikro dan pelatihan pemasaran digital dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin?). Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan kesejahteraan setelah implementasi kebijakan pemerintah selama beberapa tahun (pertanyaan penelitian: bagaimana perubahan indikator kesejahteraan pengrajin selama periode lima tahun setelah intervensi kebijakan?).

  1. Login. skip main content navigation menu site footer home doi.org/10.24036/student.v3i3.506Login skip main content navigation menu site footer home doi 10 24036 student v3i3 506
Read online
File size213.38 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test