UMJ PremiumUMJ Premium

JISI: Jurnal Integrasi Sistem IndustriJISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri

Material Handling Equipment (MHE) adalah alat bantu yang berfungsi untuk meringankan beban kerja suatu pekerjaan. Namun di receiving area Perusahaan X masih melakukan aktivitas bongkar bahan baku dengan cara manual tanpa bantuan MHE, terutama pada bagian proses menurunkan balok kayu dari truk pemasok. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Sehingga pekerja berisiko terkena Musculoskeletal Disorders (MSDs). Selain itu, proses penurunan secara manual dianggap masih kurang efektif dan efisien dengan proses bongkar bahan baku pada sebuah truk dapat menghabiskan waktu berjam-jam karena harus menurunkan balok kayu satu persatu. Untuk itu dilakukan proses perancangan suatu MHE yang ergonomis dengan pendekatan Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien). Sehingga, dari penelitian ini dihasilkan suatu konsep MHE usulan yang ergonomis yang dapat mengurangi risiko terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat dilihat dari perubahan nilai REBA postur pekerja dan membuat proses bongkar bahan baku yang lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan analisis hasil studi pendekatan Ergonomic Function Deployment ini, dapat disimpulkan bahwa Material Handling Equipment usulan ergonomis dapat mengurangi risiko terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja yang dibuktikan dengan adanya penurunan risiko dari postur tubuh pekerja yang pada awalnya berisiko tinggi terkena MSDs menjadi risiko yang lebih ringan.Selain itu, penggunaan MHE usulan terbukti dapat mempersingkat waktu proses menurunkan balok kayu.Sehingga, proses penurunan bahan baku di receiving area menjadi lebih efisien.

Saran penelitian lanjutan ini dapat fokus pada pengembangan dan implementasi lebih lanjut dari alat bantu yang telah dirancang. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi mendalam mengenai potensi optimalisasi desain alat bantu agar risiko cedera otot rangka (MSDs) pada pekerja dapat diturunkan hingga ke level risiko rendah (misalnya, nilai REBA 3 atau kurang). Ini bisa dilakukan dengan mengeksplorasi material baru yang lebih ringan namun tetap kuat, atau dengan mengintegrasikan fitur bantuan otomatis yang lebih canggih untuk mengurangi beban fisik pekerja secara drastis. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menganalisis secara komprehensif dampak ekonomi dari penerapan alat bantu ini. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Berapa total biaya investasi dan operasional alat bantu ini, dan berapa penghematan finansial yang dihasilkan dari peningkatan produktivitas serta penurunan biaya kesehatan dan kompensasi akibat MSDs? Analisis biaya-manfaat ini penting untuk mendukung keputusan investasi perusahaan. Terakhir, untuk memperluas kebermanfaatan alat bantu, studi dapat diarahkan pada pengembangan modularitas dan adaptabilitas desain. Bagaimana agar alat bantu ini dapat dengan mudah disesuaikan untuk menangani berbagai jenis material lain selain balok kayu, atau untuk digunakan di lingkungan pabrik dengan karakteristik ruang dan dimensi truk yang berbeda? Penelitian ini akan membantu menciptakan solusi penanganan material yang lebih universal dan fleksibel di berbagai industri.

Read online
File size392.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test