UNIMUNIM

PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan KeuanganPRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan

Pengelolaan dan pengendalian persediaan bahan baku merupakan kegiatan yang lazim ditemui dalam perusahaan industry dan manufaktur. Ada dua metode pengendalian persediaan, yaitu Economic Order Quantitty (EOQ) dan Just In Time (JIT). Dalam menentukan persediaan, perusahaan cenderung memperhitungkannya dalam bentuk peramalan. Persediaan yang terlalu besar akan menambah biaya pemesanan (ordering cost) dan biaya penyimpanan (carring cost). Sebaliknya persediaan dalam jumlah kecil akan mengurangi keuntungan perusahaan yang disebabkan hilangnya kesempatan mendapatkan keuntungan (opportunity cost) dan menimbulkan biaya pemesanan ulang (back order cost). Oleh sebab itu penting bagi perusahaan mengadakan pengendalian persediaan yang nantinya akan mempengaruhi efisiensi biaya persediaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif yang membandingkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dengan metode Just In Time (JIT) terhadap efisiensi biaya persediaan pada UKM Pateh. Hasil dari perbandingan. Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan diketahui bahwa metode pengendalian Just In Time (JIT) lebih tepat diterapkan pada home industri “PATEH karena total biaya persediaannya lebih kecil dibandingkan total biaya persediaan metode Economic Order Quantity (EOQ).

Perhitungan pengendalian persediaan berdasarkan metode Economic Order Quantity (EOQ) terhadap efisiensi biaya persediaan lebih optimal dibandingkan kebijakan perusahaan.Perhitungan pengendalian persediaan berdasarkan metode Just In Time (JIT) terhadap efisiensi biaya persediaan lebih optimal dibandingkan kebijakan perusahaan dan metode Economic Order Quantity.Dari perbandingan kedua metode tersebut, dapat dilihat bahwa perhitungan pengendalian persediaan metode Just In Time (JIT) biaya persediaan bahan baku lebih kecil dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) karena metode JIT lebih menekankan persediaan dengan nilai nol (zero inventories).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengendalian persediaan pada UKM. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai jenis UKM dengan karakteristik yang berbeda, seperti skala usaha, jenis produk, dan kompleksitas rantai pasok, untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengendalian persediaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan permintaan pasar dan kondisi operasional UKM, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lead time yang bervariasi, tingkat layanan pelanggan yang diinginkan, dan risiko gangguan pasokan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas penerapan metode JIT dengan metode lean manufacturing lainnya, seperti Kanban dan Value Stream Mapping, dalam konteks UKM, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UKM. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan UKM di Indonesia.

Read online
File size354.24 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test