UNIMUNIM

PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan KeuanganPRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisasi pada kecenderungan kecurangan akuntansi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Segitiga Kecurangan. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang aparatur desa yang tersebar di 25 desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 60 orang aparatur desa yang tersebar di 15 desa di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 22.0. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas individu secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, pengendalian internal dan budaya organisasi secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Moralitas individu, pengendalian internal dan budaya organisasi secara simultan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa moralitas individu secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.Pengendalian internal secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.Budaya organisasi secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.Moralitas individu, pengendalian internal, dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran moderasi dari pengawasan eksternal, seperti inspeksi dari badan pengawas keuangan, dalam hubungan antara variabel-variabel yang diteliti dan kecenderungan kecurangan. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman aparatur desa terkait faktor-faktor yang mendorong atau menghambat terjadinya kecurangan akuntansi. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel lain yang relevan, seperti karakteristik kepemimpinan kepala desa, tingkat pendidikan aparatur desa, dan kompleksitas sistem pengelolaan keuangan desa, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena kecurangan akuntansi di tingkat desa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan kecurangan akuntansi di pemerintahan desa, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa.

Read online
File size395.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test