PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Keterampilan abad ke-21 sangat penting bagi peserta didik sekolah dasar untuk bekal menghadapi masa depan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang cukup pesat yang dibarengi dengan kecanggihan teknologi dalam bidang pendidikan merupakan ciri dari pembelajaran abad ke-21. Pembelajaran di sekolah dasar harus membekali peserta didik dengan keterampilan abad 21, yang akan dibutuhkan oleh peserta didik di masa depan. Peserta didik harus memiliki keterampilan abad ke-21 seperti keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative), berkomunikasi (communication), dan berketerampilan kolaborasi (collaboration), yang bisa disebut dengan 4C (Zubaidah, 2019). Kebutuhan akan kompetensi 4C sangat penting di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Keterampilan tersebut sangat mungkin untuk diberdayakan secara sengaja melalui proses pendidikan. Upaya mengembangkan hardskill dan softskill pada peserta didik dalam pembelajaran di sekolah, agar peserta didik memiliki kemampuan 4C (critical thinking, creative, communication dan collaboration).

Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pembelajaran berbasis STEM-Project Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa SD.Proses pengembangan perangkat menggunakan model four-D (4D), mencakup tahapan define, design, develop, dan disseminate.Validasi ahli dan praktisi menunjukkan perangkat ini sangat valid dengan revisi kecil yang mencakup penyempurnaan modul ajar dan LKPD.Uji coba perangkat pada siswa kelas IV SDN 37 Kendo menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi, dengan rata-rata skor posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, didukung oleh nilai Cohens d kategori besar. Penyebaran perangkat dilakukan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk meningkatkan penerapan perangkat di sekolah lain.Saran yang diberikan mencakup pelatihan guru, pengadaan sarana pendukung, dan pengembangan lebih lanjut perangkat pembelajaran berbasis STEM-PjBL untuk materi IPAS lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis STEM-PjBL di sekolah dasar. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis STEM-PjBL yang mencakup aspek sikap sains. Penelitian ini akan membantu guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai sains ke dalam pembelajaran dan menumbuhkan keterampilan abad-21 pada peserta didik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Instrumen penilaian yang akurat dan efisien akan membantu guru dalam mengevaluasi kemajuan siswa dan merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi dalam pembelajaran berbasis STEM-PjBL. Dengan memanfaatkan teknologi, seperti video dan simulasi, pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini akan membantu dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara optimal.

  1. The Influence of Project-Based Learning Models on Critical Thinking Ability and Basic Science Learning... conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pssh/article/view/831The Influence of Project Based Learning Models on Critical Thinking Ability and Basic Science Learning conferenceproceedings ump ac index php pssh article view 831
  2. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN... doi.org/10.31764/orbita.v7i1.3835PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ALAT ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN doi 10 31764 orbita v7i1 3835
Read online
File size445.65 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test