POLIMDOPOLIMDO

Jurnal Teknik Sipil TerapanJurnal Teknik Sipil Terapan

DKI Jakarta merupakan kota yang menghadapi masalah kepadatan jumlah penduduk. Hal tersebut berdampak pada daya dukung lingkungan kehidupan semakin terbatas, sehingga memunculkan permukiman ilegal, daerah-daerah dengan kepadatan tinggi dengan kondisi hunian yang tidak layak, padat dan kumuh. Relokasi ke rumah susun sederhana sewa merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta untuk mengurai kepadatan penduduk tersebut. Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda dibangun dengan tujuan untuk mengakomodir kebutuhan tempat tinggal layak bagi warga yang terkena program relokasi. Namun demikian, setelah relokasi dilakukan kini warga membutuhkan penyesuaian atas beberapa aspek kehidupan di lingkungan baru. Ketahanan komunitas merupakan proses masyarakat beradaptasi secara positif terhadap kesulitan atau risiko. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketahanan komunitas berdasarkan lama tinggal dengan studi pada penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda. Metode yang digunakan untuk menganalisis yaitu dengan uji penyelerasan, uji normalitas, dan uji homogenitas. Responden penelitian adalah penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda yang merupakan warga relokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda yang telah tinggal selama 5 hingga 6 tahun memiliki tingkat ketahanan lebih baik dibanding dengan penghuni Rusuawa Marunda yang masih tinggal selama 1 hingga 4 tahun, atau telah tinggal lebih lama dari 6 tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketahanan komunitas berdasarkan lama tinggal dengan studi pada penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda berdasarkan aspek ekonomi, sosial, budaya, sumber daya manusia, ekologi, fisik, politik, dan teknologi.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat dipahami bahwa ketahanan komunitas penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda dapat terbentuk selama 5 hingga 6 tahun setelah relokasi.Dengan kata lain, penghuni Rusunawa Marunda yang telah tinggal selama 5 hingga 6 tahun memiliki tingkat ketahanan lebih baik dibanding dengan penghuni yang masih tinggal selama 1 hingga 4 tahun, atau yang telah tinggal lebih lama dari 6 tahun.

Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan diri pada pemahaman mendalam mengenai fenomena penurunan tingkat ketahanan komunitas di Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda setelah penghuni tinggal lebih dari enam tahun. Penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun psikologis, yang menyebabkan perasaan pesimisme dan rentannya komunitas kembali pada periode tersebut, mungkin melalui studi kualitatif longitudinal yang melacak pengalaman hidup warga secara berkala. Selain itu, perlu diteliti efektivitas berbagai intervensi dan program pemberdayaan yang dirancang khusus untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan ketahanan warga di Rusunawa. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana inisiatif berbasis komunitas, dukungan psikososial, atau program peningkatan ekonomi yang berkelanjutan dapat mencegah penurunan ketahanan dan mendorong adaptasi positif jangka panjang. Selanjutnya, studi komparatif antara mekanisme ketahanan individu dan faktor-faktor pendukung di tingkat komunitas akan sangat berharga. Ini dapat mencakup pertanyaan tentang bagaimana karakteristik pribadi, seperti kemampuan beradaptasi dan optimisme, berinteraksi dengan struktur sosial, dukungan dari pengelola, dan akses terhadap fasilitas umum dalam membentuk ketahanan menyeluruh, bukan hanya di satu titik waktu tertentu, tetapi sebagai proses adaptasi yang dinamis di lingkungan relokasi.

Read online
File size320.79 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test