POLIMDOPOLIMDO

Jurnal Teknik Sipil TerapanJurnal Teknik Sipil Terapan

Kemacetan merupakan akibat dari berkembangnya kebutuhan transportasi. Jika tidak ada keseimbangan antara kapasitas jalan dengan jumlah kendaraan yang lewat akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di ruas jalan Ahmad Yani di Kota Manado. Data yang diperoleh dari Studi Literatur dan Survei Lalu Lintas berjenis Arus dan Kapasitas Ruas setelah diolah dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 diperoleh hasil Kapasitas Ruas Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 1227,15 smp/jam, Volume kendaraan diperoleh sebesar 4781,25 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 3,896 dan Tingkat Pelayanan Jalan adalah Tingkat Pelayanan F. Diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadi kemacetan adalah banyaknya kendaraan berat yang lewat, parkir kendaraan di pinggir jalan, kendaraan berhenti karena antrian isi BBM, kendaraan keluar masuk jalan penghubung, kendaraan keluar masuk restaurant, kendaraan keluar masuk kantor, kendaraan keluar masuk apotik dan praktek dokter.

Kapasitas ruas jalan Ahmad Yani sebesar 1227,15 smp/jam, sedangkan volume kendaraan mencapai 4781,25 smp/jam.Derajat kejenuhan mencapai 3,896, menunjukkan kondisi arus lalu lintas melebihi kapasitas.Tingkat pelayanan jalan tergolong F, yaitu kondisi macet dengan antrian panjang, kecepatan rendah, dan arus dipaksakan akibat faktor hambatan samping yang tinggi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh penataan ulang jalur lalu lintas satu arah terhadap perubahan kapasitas dan derajat kejenuhan di ruas Jalan Ahmad Yani, untuk melihat apakah rekayasa geometrik dapat mengurangi kemacetan. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak penertiban parkir liar dan aktivitas komersial di trotoar terhadap kelancaran arus lalu lintas, melalui studi simulasi mikroskopis yang mempertimbangkan perilaku pengendara dan waktu henti. Ketiga, perlu dikaji penerapan sistem manajemen lalu lintas berbasis waktu, seperti pembatasan jam operasional kendaraan berat atau pengaturan jam masuk-keluar kendaraan dari tempat usaha, untuk mengetahui sejauh mana strategi manajemen arus dapat menurunkan volume puncak pada ruas jalan tersebut. Ketiga saran ini mengembangkan rekomendasi dalam penelitian asli yang hanya menyebut analisa rekayasa lalu lintas secara umum, dengan memberikan arah studi yang lebih spesifik dan terukur.

Read online
File size520.21 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test