POLIMDOPOLIMDO

Jurnal Teknik Sipil TerapanJurnal Teknik Sipil Terapan

Pemanfaatan sisa limbah industri maupun sumber daya alam sebagai material konstruksi bangunan semakin berkembang dewasa ini karena kandungannya yang menyerupai semen sehingga dapat mengganti sebagian berat semen dalam komposisi campuran beton. Tujuan penelitian ini difokuskan pada evaluasi campuran beton dengan menggunakan kaolin dan abu terbang terhadap ketahanan beton akan sulfat dan laju korosi. Prosentasi kaolin diambil 10% (BK) dari berat semen dan tanpa dikalsinasi sedangkan abu terbang 40% berukuran lolos saringan No.100 (BFA) dan campuran kombinasi dengan 15% abu terbang lolos saringan No.200 (BFA25% BFA15%). Metode pengujian adalah studi eksperimen di Lab. Uji Bahan Politeknik Negeri Manado dengan prosedur sesuai SNI 03-2834-2000 dan American Society of Testing Materials (ASTM)-standard. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan kandungan kaolin, abu terbang dan kombinasi ukuran partikel abu terbang memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap kandungan asam serta memberikan hasil yang masih setara dengan beton normal pada uji laju korosi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kaolin dan abu terbang dapat menjadi alternatif material konstruksi khusunya di daerah-daerah yang korosif.

Hasil pengujian ketahanan sulfat, laju korosi dan densitas arus korosi menunjukkan bahwa beton dengan menggunakan material abu terbang maupun kaolin memiliki hasil ketahanan yang lebih besar dibandingkan dengan beton PCC normal.Penggunaan material pozzolan seperti abu terbang dan kaolin, dalam suatu campuran yang tepat berpotensi untuk meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan sulfat dan klorida.Beton dengan 40% abu terbang tipe C dan kombinasi ukuran partikel berpotensi untuk diaplikasikan sebagai material konstruksi pada bangunan-bangunan yang rentan terhadap asam sulfat dan korosi seperti bangunan dekat pantai, tiang pancang, jembatan yang dibangun di air laut maupun dermaga.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kuat tekan beton dengan ketahanan sulfat dan laju korosi. Pengujian dengan periode perendaman yang lebih lama akan memberikan pemahaman yang lebih optimal mengenai agresivitas beton terhadap lingkungan asam. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi rasio air terhadap semen (w/c) dan proses kalsinasi kaolin dapat mengoptimalkan pemanfaatan material pozzolan ini. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan beton dengan abu terbang dan kaolin yang dimodifikasi dengan penambahan serat atau material nano untuk meningkatkan ketahanan terhadap retak dan permeabilitas. Investigasi terhadap efektivitas penggunaan kombinasi beberapa jenis pozzolan, seperti abu terbang, kaolin, dan silica fume, juga dapat menghasilkan campuran beton yang lebih unggul. Terakhir, studi mengenai dampak jangka panjang penggunaan beton dengan pozzolan terhadap lingkungan dan keberlanjutan konstruksi perlu dilakukan untuk memastikan praktik konstruksi yang ramah lingkungan.

Read online
File size387.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test