USMUSM

TeknikaTeknika

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain dan menghitung pintu pengelak pada plugging conduit di Bendungan Marangkayu. Selain itu, untuk mengetahui kualitas hasil pekerjaan plugging conduit atau sumbatan beton dan kaitannya terhadap kekuatan tekan beton, suhu beton serta suhu air. Juga untuk mengetahui perubahan parameter kualitas air berdasarkan data hasil uji laboratorium dari tahap pra konstruksi hingga pasca konstruksi. Penerapan metode ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa persyaratan teknis terpenuhi, aman, dan tidak menimbulkan dampak merugikan jangka panjang terhadap konstruksi atau fungsi bendungan. Kondisi pergantian meliputi perbesaran dimensi pintu saluran dari 2,5 m x 2,5 m menjadi 3 m x 3 m sebanyak satu buah pintu baja dengan roda tetap, serta pergantian pipa pengelak dari DN 800 menjadi DN 1200 untuk memenuhi kapasitas aliran banjir. Rata-rata kuat tekan beton 28 hari melebihi 300 kg/cm² dan variasi slump flow berada dalam batas toleransi. Kualitas air Sungai Marangkayu pada masa pra konstruksi tahun 2024 menunjukkan parameter Dissolved Oxygen (DO) melebihi baku mutu. Pada masa pasca konstruksi tahun 2024, parameter BOD, DO, dan logam terlarut juga melampaui ambang batas baku mutu.

Pelaksanaan pengendalian suhu beton selama pengecoran berjalan berhasil dengan suhu maksimum di bawah 70°C dan gradien suhu permukaan-inti tidak melebihi 20°C, sehingga risiko retak termal dapat diminimalkan.Beton yang dihasilkan memiliki kekuatan, kemudahan pengerjaan, dan daya tahan yang mendukung stabilitas jangka panjang bendungan melalui optimasi kondisi cuaca, komposisi campuran, dan kualitas air.Kualitas air Sungai Marangkayu pada masa pra dan pasca konstruksi menunjukkan beberapa parameter, seperti DO, BOD, dan logam terlarut (besi, mangan, seng), melampaui baku mutu, sehingga diperlukan pengelolaan lingkungan yang lebih ketat ke depan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana variasi komposisi beton aditif pendingin memengaruhi gradien suhu dan risiko retak termal pada plugging conduit di lingkungan tropis dengan suhu udara tinggi, agar diperoleh formula beton massal yang lebih optimal. Kedua, penting untuk mempelajari dampak jangka panjang perubahan aliran akibat modifikasi conduit terhadap dinamika sedimentasi dan kualitas air di hulu dan hilir bendungan, termasuk akumulasi logam berat dan oksigen terlarut selama beberapa musim hujan dan kemarau. Ketiga, perlu dikaji efektivitas sistem drainase tambahan yang terintegrasi dengan plugging conduit dalam mereduksi tekanan hidrostatis dan mencegah rembesan, terutama saat bendungan mengalami pengisian penuh dan tekanan air maksimum, untuk meningkatkan keandalan struktural jangka panjang. Studi-studi ini akan melengkapi temuan tentang kualitas beton dan air, sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan keberlanjutan desain bendungan rehabilitasi di wilayah dengan tantangan iklim dan lingkungan kompleks.

  1. Metode Pelaksanaan Plugging pada Terowongan Pengelak Bendungan Way Sekampung | Seminar Nasional Insinyur... snip.eng.unila.ac.id/ojs/index.php/snip/article/view/103Metode Pelaksanaan Plugging pada Terowongan Pengelak Bendungan Way Sekampung Seminar Nasional Insinyur snip eng unila ac ojs index php snip article view 103
  2. PERENCANAAN EMBUNG KRAJAN KABUPATEN GROBOGAN | Darmawan | Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS. perencanaan... doi.org/10.26877/giratory.v1i2.9419PERENCANAAN EMBUNG KRAJAN KABUPATEN GROBOGAN Darmawan Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS perencanaan doi 10 26877 giratory v1i2 9419
  3. Application of Drainage Technique to Water Diversion Tunnels in Water-Rich Karst Area | IIETA. application... iieta.org/journals/ijht/paper/10.18280/ijht.400522Application of Drainage Technique to Water Diversion Tunnels in Water Rich Karst Area IIETA application iieta journals ijht paper 10 18280 ijht 400522
Read online
File size541.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test