PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibandingkan beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kombinasi abu cangkang sawit 15% sebagai pengganti sebagian semen dan penambahan serat baja 2% secara signifikan meningkatkan performa mekanis beton.Hasil pengujian material menunjukkan bahwa pasir, batu pecah, dan abu cangkang sawit memenuhi standar mutu material beton, dengan abu cangkang sawit memiliki kandungan utama Silicon Oxide (SiO₂) sebesar 13,35% dan Calcium Oxide (CaO) sebesar 32% yang menunjukkan sifat pozzolanik potensial.Pengujian beton segar menunjukkan bahwa seluruh parameter (slump flow 610-765 mm, T50 time 5,83-6,03 detik, V-funnel 11,29-18,15 detik, L-box ratio 0,907-0,95) memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete, mengindikasikan kemampuan alir, passing ability, dan stabilitas campuran yang baik.Pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan kuat tekan dari 30,89 MPa menjadi 90,25 MPa (peningkatan 192%), kuat tarik belah dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (peningkatan 90,8%), dan kuat lentur dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (peningkatan 166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm.Peningkatan kekuatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan C-S-H tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas.Analisis displacement menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan lapisan HSC efektif meningkatkan kekakuan struktural dan menurunkan displacement maksimum, dengan trend yang konsisten antara metode Unit Load, SAP2000, dan eksperimental meskipun terdapat perbedaan nilai absolut.Dari sisi biaya, beton HSC dengan lapisan 5 cm memiliki biaya produksi sekitar 3,9 kali lebih tinggi dibandingkan beton normal, namun peningkatan kekuatan yang sangat signifikan dapat dijustifikasi pada aplikasi struktur yang menuntut kapasitas beban tinggi dan mempertimbangkan life cycle cost serta manfaat keberlanjutan lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperluas pemahaman dan aplikasi beton HSC dengan abu cangkang sawit dan serat baja. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi rasio abu cangkang sawit terhadap sifat-sifat mikrostruktur beton, seperti porositas dan ukuran kristal C-S-H, untuk mengoptimalkan komposisi campuran dan mencapai performa yang lebih baik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi durabilitas beton HSC dengan abu cangkang sawit dan serat baja terhadap lingkungan agresif, seperti serangan sulfat atau klorida, untuk memastikan umur layanan yang panjang dan berkelanjutan. Ketiga, pengembangan model numerik yang lebih akurat untuk memprediksi perilaku balok komposit HSC dengan mempertimbangkan efek retak dan deformasi plastis akan sangat bermanfaat dalam desain struktur yang efisien dan aman.
| File size | 374.03 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
SALNESIASALNESIA Secara keseluruhan, integrasi teknologi budidaya, otomasi, dan manajemen berbasis digital dalam satu pendekatan closed-loop system terbukti mampu meningkatkanSecara keseluruhan, integrasi teknologi budidaya, otomasi, dan manajemen berbasis digital dalam satu pendekatan closed-loop system terbukti mampu meningkatkan
STAIDHISTAIDHI Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatanKegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Berdasarkan hasil perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami, diperoleh nilai tambah sebesar Rp127.153 dengan rasio nilai tambah sebesar 95%. AnalisisBerdasarkan hasil perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami, diperoleh nilai tambah sebesar Rp127.153 dengan rasio nilai tambah sebesar 95%. Analisis
STIMI BJMSTIMI BJM Kegiatan pengabdian masyarakat di Makam Guru Zuhdi, Banjarmasin, berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola makam dalam pengelolaan limbahKegiatan pengabdian masyarakat di Makam Guru Zuhdi, Banjarmasin, berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola makam dalam pengelolaan limbah
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui praktik pertanianDengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui praktik pertanian
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Sampah organik terbuka di kawasan perkotaan merupakan ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat karena berpotensi menjadi media penularan zoonosis. DiperlukanSampah organik terbuka di kawasan perkotaan merupakan ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat karena berpotensi menjadi media penularan zoonosis. Diperlukan
UMNUMN Penumpukan sampah organik dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di Indonesia. Eco Enzyme hadir sebagaiPenumpukan sampah organik dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di Indonesia. Eco Enzyme hadir sebagai
UNIKSUNIKS Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan petani adalah kompos yang dibuat dari bahan organik yang berasal dari limbah batang pisang. LimbahSalah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan petani adalah kompos yang dibuat dari bahan organik yang berasal dari limbah batang pisang. Limbah
Useful /
STIMI BJMSTIMI BJM Di Kota Banjarmasin, situasi ini lebih mendesak dengan total 21 ribu pengangguran, di mana hanya 13,62% lulusan diploma dan sarjana yang terserap di duniaDi Kota Banjarmasin, situasi ini lebih mendesak dengan total 21 ribu pengangguran, di mana hanya 13,62% lulusan diploma dan sarjana yang terserap di dunia
STIMI BJMSTIMI BJM Pelatihan yang diberikan membekali peserta dengan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang efektif, termasuk pencatatan transaksi yang akurat danPelatihan yang diberikan membekali peserta dengan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang efektif, termasuk pencatatan transaksi yang akurat dan
UADUAD 8 percent) screened positive for depression at both Wave 1 and 2 (persistent depression). The prevalence of weak HGS was 51. 5 percent at baseline. In8 percent) screened positive for depression at both Wave 1 and 2 (persistent depression). The prevalence of weak HGS was 51. 5 percent at baseline. In
UADUAD Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proses resiliensi, faktor‑faktor yang memengaruhi, serta makna proses resiliensi yang dilalui oleh wanita korbanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan proses resiliensi, faktor‑faktor yang memengaruhi, serta makna proses resiliensi yang dilalui oleh wanita korban