UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan alami bagi bayi baru lahir yang memengaruhi tumbuh kembangnya. ASI diberikan tanpa campuran lain selama usia nol hingga enam bulan sesuai rekomendasi WHO. Meskipun demikian, capaian ASI eksklusif di beberapa daerah masih bervariasi. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan cakupan nasional sebesar 67,96%, di bawah target RPJMN yaitu 70%. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, capaian mencapai 76,8%, dengan Kota Yogyakarta sebagai wilayah terendah. Produksi ASI yang tidak lancar menjadi kendala utama. Salah satu upaya meningkatkan produksi ASI adalah teknik pijat oksitosin, metode nonfarmakologis yang mudah dilakukan dan terbukti merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RS Nur Hidayah. Metode penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperimen melibatkan 30 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi terarah dan gelas ukur (cc). Hasil analisis Independent Sample T Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas hari ke 1–3.

Pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas hari ke 1–3 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05).Intervensi ini direkomendasikan sebagai upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin dalam asuhan nifas.Penelitian lanjutan disarankan menggunakan sampel yang lebih besar agar hasilnya dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan desain longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pijat oksitosin terhadap produksi ASI selama enam bulan masa menyusui, bukan hanya pada hari pertama hingga ketiga, agar dapat diketahui apakah efeknya bersifat tahan lama atau hanya sementara. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pijat oksitosin pada ibu nifas yang mengalami stres atau depresi pascapersalinan, karena kondisi psikologis dapat memengaruhi refleks oksitosin, sehingga perlu dikaji apakah intervensi ini juga membantu dalam aspek kesehatan mental dan bagaimana interaksinya dengan produksi ASI. Ketiga, perlu dikembangkan studi perbandingan antara pijat oksitosin yang dilakukan oleh bidan dengan yang dilakukan oleh suami atau keluarga, untuk mengetahui apakah kehadiran pasangan dalam pemberian pijatan memberikan efek tambahan secara emosional dan fisiologis terhadap peningkatan produksi ASI, sekaligus meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses menyusui.

  1. INOVASI OLAHAN DAUN KELOR UNTUK MEMBANTU MEMPERLANCAR PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI DESA TANJUNG... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/article/view/10271INOVASI OLAHAN DAUN KELOR UNTUK MEMBANTU MEMPERLANCAR PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI DESA TANJUNG ejurnalmalahayati ac index php PERAKMALAHAYATI article view 10271
  2. EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI MASA PANDEMI COVID-19 | Jurnal... ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/article/view/3238EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI MASA PANDEMI COVID 19 Jurnal ojs unik kediri ac index php jubitar article view 3238
  3. EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN WOOLWICH MASSAGE SERTA BREASTCARE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI... ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/1029EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN WOOLWICH MASSAGE SERTA BREASTCARE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ejournal nusantaraglobal ac index php sentri article view 1029
Read online
File size563.59 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test