PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 37 menunjukan rendahnya kemampuan pemahaman membaca permulaan. 40% pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 37 untuk memahami teks, yang paling sederhana masih kesulitan, mengaitkan kata dengan makna dan mengembangkan pemahaman dari bacaan tersebut. Pendekatan dan media yang digunakan dalam pembelajaran pada kelas 1 SD muhammadiyah 37 kurang efektif dan kurang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan literasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca permulaan siswa kelas 1 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Setelah diterapkan pendekatan multimodal dengan adanya perubahan strategi pembelajaran pada siklus tersebut. Ditemukan hasil dalam perbandingan tes pemahaman membaca dari siklus pertama sampai siklus ke 2 dinyatakan bahwa kinerja peserta didik rata-rata 20-40% lebih baik setelah metode literasi multimodal dilaksanakan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan literasi multimodal secara signifikan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca permulaan siswa kelas 1 SD, dengan peningkatan rata-rata kinerja peserta didik 20-40% dan lebih dari 90% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setelah siklus PTK.Metode ini memanfaatkan beragam media seperti grafik, video, kartu kata, dan cerita digital, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menarik yang memfasilitasi pengenalan huruf, asosiasi kata dengan makna, dan pemahaman teks secara lebih baik.Dengan demikian, pendekatan literasi multimodal terbukti sangat bermanfaat dalam mengembangkan kompetensi membaca awal anak-anak dan direkomendasikan untuk diterapkan lebih luas dalam pengajaran literasi kelas awal, didukung dengan pelatihan guru yang efektif.

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi besar pendekatan literasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1. Namun, untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti bagaimana efektivitas literasi multimodal bertahan dalam jangka panjang dan apakah peningkatan pemahaman membaca ini dapat diterapkan atau menular ke mata pelajaran lain seiring siswa naik kelas. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah metode ini mampu membangun fondasi literasi yang kuat dan berkelanjutan, bukan hanya peningkatan sesaat? Ini bisa melibatkan studi longitudinal yang mengikuti perkembangan siswa selama beberapa tahun. Kedua, karena penelitian ini dilakukan di satu sekolah, penting untuk menguji keberhasilan pendekatan ini di berbagai lingkungan sekolah, seperti di daerah pedesaan, perkotaan dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda, atau bahkan pada kelompok siswa dengan kebutuhan belajar khusus. Apakah pendekatan literasi multimodal tetap efektif di tengah beragamnya kondisi dan tantangan yang ada di lapangan? Memahami adaptabilitasnya akan sangat berharga. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada identifikasi komponen multimodal mana yang paling berpengaruh terhadap aspek-aspek tertentu dalam membaca permulaan. Misalnya, apakah penggunaan video lebih efektif untuk pengenalan kosakata, sementara cerita digital lebih baik untuk pemahaman narasi? Selain itu, mengingat saran untuk pelatihan guru, bagaimana model pelatihan guru yang paling optimal untuk memastikan implementasi literasi multimodal yang efektif dan inovatif di kelas? Menyelidiki pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan wawasan mendalam untuk pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih terarah.

Read online
File size567.22 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test