PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa, untuk meningkatkan cara berpikir logis, kreatif, dan kritis dalam pembelajaran matematika. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dengan baik adalah menggunakan langkah pemecahan masalah Polya. Namun tidak semua siswa mampu memecahkan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah pemecahan masalah Polya dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa tingkat SMP dalam memecahkan masalah aritmatika sosial berdasarkan langkah Polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan secara acak kepada 30 siswa tingkat SMP kelas VIII. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh indikator pemahaman masalah siswa 50%, perencanaan penyelesaian 70%, pelaksanaan rencana penyelesaian 40%, dan memeriksa kembali 23,33%. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, siswa perlu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah Polya. Jika siswa mampu memecahkan masalah aritmatika sosial dengan baik dan benar, artinya mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap materi aritmatika sosial tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa SMP memiliki kemampuan pemecahan masalah aritmatika sosial yang rendah, dengan hanya 17% siswa mampu menerapkan keempat langkah Polya secara tepat.Kesulitan terutama terletak pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeriksaan kembali, yang menyebabkan rendahnya persentase keberhasilan dalam menyelesaikan soal.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman konseptual dan latihan berkelanjutan dalam penggunaan langkah Polya untuk memperbaiki kemampuan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas program intervensi berbasis pelatihan intensif langkah Polya yang terintegrasi dalam kurikulum matematika untuk meningkatkan kemampuan perencanaan dan pemeriksaan kembali pada siswa SMP. Penelitian ini dapat dirancang sebagai studi eksperimental dengan kelompok kontrol dan perlakuan, mengukur perubahan skor kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan langkah Polya terhadap peningkatan hasil belajar matematika dan transfer kemampuan ke konteks problem solving lainnya. Penelitian tersebut dapat melibatkan sampel multiseleksi dari berbagai tingkat kelas (VII–IX) dan wilayah geografis untuk meningkatkan generalisasi temuan. Selain itu, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran scaffolding guru dalam membantu siswa menginternalisasi langkah Polya, terutama pada tahap perencanaan dan pemeriksaan kembali. Dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi kelas, peneliti dapat mengidentifikasi strategi pengajaran yang paling efektif dalam mendukung proses pemecahan masalah. Penelitian lain dapat menguji penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi simulasi atau game edukatif, yang memvisualisasikan langkah-langkah Polya dan memberikan umpan balik otomatis. Kajian ini dapat menilai apakah integrasi teknologi tersebut meningkatkan motivasi siswa serta mempercepat penguasaan langkah-langkah Polya dibandingkan metode konvensional.

  1. KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TEORI POLYA PADA SISWA KELAS VIII SMP DITINJAU DARI GENDER |... doi.org/10.21107/nser.v4i1.8489KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TEORI POLYA PADA SISWA KELAS VIII SMP DITINJAU DARI GENDER doi 10 21107 nser v4i1 8489
Read online
File size485.98 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test