PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Penelitian ini mengkaji hubungan antara skor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan risiko operasional bank di Indonesia. Menggunakan data panel dari 17 penerbit bank selama periode 2019–2023 dengan pendekatan regresi panel dinamis, hasil menunjukkan bahwa skor ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko operasional, meskipun koefisiennya mengindikasikan hubungan negatif. Temuan ini mencerminkan implementasi ESG yang masih terbatas di sektor perbankan Indonesia serta kurangnya standar pelaporan yang seragam dan infrastruktur pendukung. Sebaliknya, variabel internal seperti ukuran bank (SIZE), profitabilitas (ROA), dan ekuitas (ROE) menunjukkan hubungan signifikan dengan risiko operasional, di mana ukuran bank berhubungan negatif dan profitabilitas berhubungan positif. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya mengelola faktor internal dalam mengurangi risiko operasional dan menekankan perlunya penguatan regulasi ESG di Indonesia untuk meningkatkan keberlanjutan sektor perbankan.

Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara skor ESG sebelumnya (Lag_ESG_SCORE) dan risiko operasional bank (OPERISK) dengan memperhitungkan variabel kontrol seperti ukuran bank (SIZE), profitabilitas (ROA, ROE), dan efisiensi operasional (CINC).Hasilnya menunjukkan bahwa skor ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko operasional saat ini, meskipun koefisiennya mengindikasikan hubungan negatif, yang dapat dijelaskan oleh tahap awal implementasi ESG di sektor perbankan Indonesia serta regulasi yang belum seragam.Tantangan utama meliputi kurangnya standar pelaporan yang uniform dan infrastruktur pendukung yang terbatas, sehingga diperlukan penguatan regulasi ESG untuk meningkatkan keberlanjutan sektor perbankan.

Penelitian lanjutan dapat memperluas sampel dengan mencakup semua bank yang terdaftar di IDX selama periode yang lebih panjang, misalnya 2015–2025, untuk menguji apakah pengaruh ESG terhadap risiko operasional berubah seiring waktu dan ukuran sampel yang lebih besar. Selain itu, studi terpisah untuk masing‑masing pilar ESG (lingkungan, sosial, tata kelola) dapat mengidentifikasi pilar mana yang paling berpengaruh terhadap risiko operasional, sehingga memungkinkan bank menargetkan upaya ESG secara lebih efektif. Selanjutnya, analisis kualitas pelaporan ESG dan kepatuhan terhadap standar internasional dapat dilakukan dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) untuk menilai bagaimana transparansi dan konsistensi pelaporan ESG memengaruhi kemampuan bank dalam mengelola risiko operasional.

Read online
File size408.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test