UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Sanitasi lingkungan, higiene, dan akses air bersih merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit infeksi yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita. Akses terhadap sanitasi yang layak, seperti ketersediaan air bersih dan fasilitas pembuangan limbah yang memadai, menjadi kebutuhan dasar manusia untuk menunjang kualitas hidup yang sehat. Praktik higiene yang buruk, terutama pada anak usia dini, dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit infeksi. Oleh karena itu, untuk menurunkan angka kejadian stunting secara berkelanjutan, intervensi tidak dapat hanya difokuskan pada aspek pemenuhan gizi, melainkan juga harus mencakup peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal, edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai.

Berdasarkan hasil observasi, kondisi hygiene, sanitasi, dan akses air bersih pada responden wilayah Sekotong, Lombok Barat menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah memiliki sumber air minum yang relatif aman, fasilitas jamban, serta praktik pengelolaan limbah yang cukup memadai, meskipun masih terdapat beberapa risiko seperti penggunaan SPAL terbuka, pengolahan air minum yang kurang optimal, dan kebiasaan cuci tangan yang belum sepenuhnya sesuai standar.Praktik pengelolaan sampah yang kurang tepat dan sanitasi yang belum merata dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi, terutama diare, yang berkontribusi pada gangguan penyerapan nutrisi dan kejadian stunting.Oleh karena itu, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, pengolahan air minum yang aman, serta pengelolaan limbah yang sesuai standar perlu dilakukan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara wilayah dengan akses sanitasi yang baik dan wilayah dengan akses sanitasi yang kurang memadai, untuk melihat dampak langsung sanitasi terhadap kesehatan anak dan prevalensi stunting. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada efektivitas intervensi edukasi dan peningkatan fasilitas sanitasi dalam mengurangi kejadian stunting. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang intervensi sanitasi dan higiene terhadap kesehatan anak dan penurunan prevalensi stunting.

  1. Relationship Between Hand-washing Habit and Toilet Use with Diarrhea Incidence in Children Under Five... doi.org/10.20473/jbe.v5i12017.95-106Relationship Between Hand washing Habit and Toilet Use with Diarrhea Incidence in Children Under Five doi 10 20473 jbe v5i12017 95 106
  2. FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK | Akmal | UNM Environmental Journals. faktor... doi.org/10.26858/uej.v6i1.43378FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK Akmal UNM Environmental Journals faktor doi 10 26858 uej v6i1 43378
  3. Overview Basic Sanitation In Payaman Village, Bojonegoro District 2016 | JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN.... e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/4166Overview Basic Sanitation In Payaman Village Bojonegoro District 2016 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN e journal unair ac JKL article view 4166
  4. HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI KABUPATEN MAJENE | Bina Generasi... ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/233HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI KABUPATEN MAJENE Bina Generasi ejurnal biges ac index php kesehatan article view 233
  5. Hubungan Antara Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten... ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/45813Hubungan Antara Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten ejournal undip ac index php jkli article view 45813
Read online
File size492.46 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test