POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY

Gema Lingkungan KesehatanGema Lingkungan Kesehatan

Diare tetap menjadi masalah kesehatan global utama dan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun, seringkali diperparah oleh sanitasi yang tidak memadai dan akses terbatas ke air bersih. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (CLTS) mewakili strategi nasional untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare. Namun, para peneliti belum menyelidiki secara komprehensif efektivitas setiap pilar CLTS dalam konteks geografis tertentu, seperti daerah rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor sanitasi pilar CLTS dan insiden diare di komunitas rawa Indralaya Selatan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dan memilih 100 responden menggunakan teknik sampling purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diare sebesar 45% di antara responden total. Analisis multivariat mengungkapkan bahwa dua pilar CLTS secara signifikan terkait dengan insiden diare. Pilar 1, mengenai ketersediaan jamban, menunjukkan bahwa rumah tangga tanpa jamban memiliki risiko 3,4 kali lebih tinggi mengalami diare (OR = 3,400; 95% CI: 1,037-11,155). Pilar 4, mengenai pengelolaan limbah yang tidak aman, juga berfungsi sebagai prediktor yang kuat, meningkatkan kemungkinan diare hingga 3,296 kali (P-value = 0,008; Exp(B) = 3,296; 95% CI: 1,359-7,996). Ditemukan bahwa jenis jamban (P = 0,053) bertindak sebagai konfounder, yang mempengaruhi estimasi risiko variabel utama dalam model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pilar CLTS 1 dan 4, terkait dengan pengelolaan tinja dan limbah padat, adalah penentu kunci insiden diare di Indralaya Selatan. Intervensi yang berfokus pada peningkatan akses dan kualitas jamban, serta praktik pengelolaan limbah yang aman, sangat penting untuk mengurangi insiden diare di wilayah tersebut.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi faktor sanitasi dominan yang terkait dengan insiden diare pada anak di Indralaya Selatan, Ogan Ilir Regency, dengan prevalensi diare sebesar 45% di antara responden total.Hasil analisis multivariat secara signifikan menunjukkan bahwa ketersediaan jamban terbukti menjadi faktor risiko dominan, dengan peningkatan peluang diare hingga 3,400 kali (p-value = 0,043).Selain itu, pengelolaan limbah yang tidak aman muncul sebagai prediktor kuat, meningkatkan peluang diare hingga 3,296 kali (p-value = 0,008).Jenis jamban yang memenuhi syarat menunjukkan tidak signifikan secara statistik (p = 0,053) dan berfungsi sebagai konfounder dalam hubungan antara ketersediaan jamban dan pengolahan limbah terhadap risiko diare.Temuan ini mengonfirmasi bahwa pilar CLTS terkait dengan pengelolaan tinja dan limbah padat adalah penentu kunci insiden diare di wilayah studi, konsisten dengan kondisi lingkungan yang tidak memadai seperti akses minimal ke jamban sehat dan fasilitas pengelolaan limbah yang dapat meningkatkan risiko diare.Meskipun aspek penting lainnya dari CLTS tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dalam penelitian ini, hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks Indralaya Selatan, jalur transmisi diare kemungkinan didominasi oleh paparan tinja dan kontaminasi dari limbah padat.Pengetahuan masyarakat yang rendah tentang kebersihan dan sanitasi, yang mungkin terkait dengan tingkat pendidikan, dapat mempengaruhi perilaku kesehatan yang selanjutnya mempengaruhi insiden diare.Oleh karena itu, keberhasilan program pencegahan diare di wilayah ini sangat bergantung pada intervensi yang menargetkan perbaikan fundamental dalam akses sanitasi dan pengelolaan limbah yang aman.

Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kesehatan di Indralaya Selatan memprioritaskan upaya untuk menerapkan pilar CLTS 1 (Berhenti Buang Air Besar Sembarangan) dan pilar 4 (Keamanan Limbah Rumah Tangga) secara intensif. Intervensi harus fokus pada peningkatan akses rumah tangga ke jamban sehat, termasuk pendidikan tentang standar jamban yang berkualitas dan praktik pembuangan tinja yang aman. Secara bersamaan, pendidikan dan fasilitasi komunitas untuk beralih dari praktik pengolahan limbah yang tidak aman ke metode sanitasi, seperti pengelolaan limbah berbasis rumah tangga atau berbasis komunitas, menjadi krusial untuk memutus rantai transmisi penyakit. Pendidikan dan sosialisasi berkelanjutan tentang pentingnya implementasi CLTS dalam kehidupan sehari-hari oleh pekerja kesehatan diperlukan untuk membangun kesadaran dan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Untuk penelitian selanjutnya, sangat direkomendasikan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang tidak signifikan dalam penelitian ini, khususnya pencucian tangan dengan sabun (HWWS) dan aspek pengelolaan air. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan metode pengukuran yang lebih objektif, seperti observasi perilaku langsung atau pengujian kualitas air mikrobiologis di titik penggunaan, untuk memperoleh representasi yang lebih akurat dari praktik dan risiko yang sebenarnya. Selain itu, penelitian masa depan dapat mempertimbangkan desain studi longitudinal untuk menetapkan hubungan kausal yang lebih kuat, serta eksplorasi faktor-faktor sociodemographic atau variabel interaksi lainnya yang mungkin memoderasi hubungan antara sanitasi dan insiden diare di komunitas dengan karakteristik serupa.

  1. Sanitation and Health | PLOS Medicine. sanitation health plos medicine citation paper count computed... journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1000363Sanitation and Health PLOS Medicine sanitation health plos medicine citation paper count computed journals plos plosmedicine article id 10 1371 journal pmed 1000363
  2. The Relationship of STBM with the Event of Diarrhea Children in Maos Health Centre, Cilacap Regency |... journal.unpacti.ac.id/index.php/pjphsr/article/view/705The Relationship of STBM with the Event of Diarrhea Children in Maos Health Centre Cilacap Regency journal unpacti ac index php pjphsr article view 705
  3. "KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE DI KAWASAN PESISIR PANTAI" by Shafira Raudhati... scholarhub.ui.ac.id/jurnalkeslingglobal/vol1/iss2/6KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE DI KAWASAN PESISIR PANTAI by Shafira Raudhati scholarhub ui ac jurnalkeslingglobal vol1 iss2 6
  4. Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Kejadian Diare pada Balita | Jurnal... journals.stikim.ac.id/index.php/jikes/article/view/596Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM dengan Kejadian Diare pada Balita Jurnal journals stikim ac index php jikes article view 596
  5. Hubungan Antara Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Kejadian Diare di... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jrkm/article/view/13312Hubungan Antara Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM dengan Kejadian Diare di ejournal2 undip ac index php jrkm article view 13312
Read online
File size311.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test