UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam aspek edukasi dan sosialisasi yang belum merata dan efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program edukasi dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan masyarakat serta pekerja terhadap prosedur pengelolaan limbah B3. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui pre-test dan post-test, observasi, terhadap peserta sosialisasi dari berbagai sektor. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis partisipatif dan kontekstual, seperti Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi lapangan, mampu meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan peserta secara signifikan. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya, media edukasi yang sesuai, serta keterlibatan lintas sektor. Oleh karena itu, pemerintah dan instansi terkait disarankan untuk menyusun program edukasi berkelanjutan yang disesuaikan dengan tingkat literasi peserta dan konteks lokal, guna memperkuat sistem pengelolaan limbah B3 yang berorientasi pada perlindungan kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Indonesia masih menghadapi tantangan terutama akibat kesenjangan antara regulasi dan implementasi di lapangan.Kendala seperti anggaran, lingkungan, dan resistensi internal menjadi penghambat utama dalam efektivitas pengelolaan limbah B3.Melalui pendekatan kualitatif, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang bersifat partisipatif dan interaktif, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan peserta terhadap prosedur pengelolaan limbah B3.Oleh karena itu, strategi edukasi yang berbasis konteks lokal dan kolaboratif antar pemangku kepentingan sangat disarankan untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan berorientasi pada perlindungan kesehatan serta lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai metode sosialisasi pengelolaan limbah B3 di berbagai sektor industri dan layanan publik, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta dan konteks lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media edukasi yang inovatif dan menarik, seperti penggunaan teknologi virtual reality atau augmented reality, untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah B3. Ketiga, penting untuk mengkaji peran serta tanggung jawab berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat, dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah B3 yang terintegrasi dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi mekanisme insentif dan disinsentif yang efektif untuk mendorong kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Read online
File size418.9 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test