UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat Desa Gantang Tani dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber daya psikologis yang sejalan dengan nilai dan norma budaya di daerah tersebut. Desa pertanian ini masih mempertahankan sistem nilai tradisional yang kokoh. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, FGD, dan pelatihan untuk fasilitator lokal, kegiatan ini mengeksplorasi praktik budaya seperti marsialapari (kerja sama), manortor (tari tradisional), ritual adat, dan peribahasa lokal dalam memperkuat ketahanan psikologis komunitas. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat meningkatkan rasa solidaritas, mengatur emosi, dan mengurangi tekanan kolektif. Masalah utama adalah potensi budaya yang belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai sumber daya psikologis. Program ini menumbuhkan kesadaran baru mengenai signifikansi kesehatan mental dalam konteks budaya. Saran meliputi pengintegrasian nilai-nilai budaya dalam konseling psikologis, pengembangan modul promosi kesehatan mental yang bersifat lokal, serta keterlibatan pemimpin adat. Aktivitas ini juga memproduksi model kalender budaya desa untuk mendukung kesejahteraan mental masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdian ini menggambarkan bahwa intervensi yang berlandaskan budaya memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan mental di komunitas pedesaan secara inklusif dan berkelanjutan.

Pengabdian masyarakat di Desa Gantang Tani menunjukkan bahwa kearifan lokal Batak Simalungun berperan penting dalam mendukung kesehatan mental penduduk.Kegiatan budaya seperti marsialapari, manortor, dan upacara adat berfungsi sebagai alat sosial yang meningkatkan ketahanan mental serta mengurangi stigma terkait masalah kesehatan mental.Pendekatan berbasis budaya yang partisipatif terbukti efektif, berkelanjutan, kontekstual, dan dapat direplikasi pada komunitas serupa.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas modul konseling yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis warga, dengan menggunakan desain eksperimental berkelompok. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak partisipasi rutin dalam kegiatan marsialapari terhadap tingkat stres, rasa solidaritas, dan ketahanan mental masyarakat selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme perubahan yang berkelanjutan. Terakhir, penelitian inovatif dapat mengembangkan platform digital berbasis aplikasi yang menyebarkan kalender budaya desa, termasuk jadwal ritual, tarian, dan peribahasa, kemudian menguji pengaruhnya terhadap pengetahuan dan praktik promotif kesehatan mental di kalangan penduduk, khususnya generasi muda, melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Read online
File size544.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test