YCNYCN

Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan PemberdayaanJurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan

Sampah merupakan permasalahan yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Rata-rata kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah setiap harinya. Sampah yang dibuang ke tempat pembuatan akhir (TPA) dengan open dumping (kelola sampah di tempat terbuka tanpa penutup) dapat mencemari lingkungan. Untuk mengurai kemanfaatan dari sampah organik, perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, sampai menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Di Sumberwringin ditemukan permasalahan sampah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), dilaksanakan upaya pemberdayaan dan perbaikan dengan budidaya maggot. Dari hasil diskusi dengan warga masyarakat, maka ditemukan alternatif pemecahan masalah untuk mengurai sampah. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa mengenai alternatif pembuangan limbah organik yang ramah lingkungan dan menawarkan berbagai manfaat lain yaitu dengan melakukan budidaya maggot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil, karena telah mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan dimana terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran sebesar ≥80% dari total tahapan kegiatan sebelumnya.

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif di desa Sumberwringin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten secara keseluruhan, berjalan dengan lancar, sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan yang layak untuk dikembangkan, dimulai dari skala rumah tangga, komunitas, maupun industri.Dampak yang ditimbulkan adalah masyarakat semakin sadar akan kebersihan lingkungannya dan tidak membuang sampah secara sembarangan.

Berdasarkan hasil penelitian, budidaya maggot terbukti efektif dalam mengurangi volume limbah organik dan memiliki manfaat sosial yang signifikan. Namun, masih terdapat tantangan sosial dan budaya yang perlu diatasi, seperti persepsi negatif masyarakat terhadap maggot dan kekhawatiran akan bau yang ditimbulkan. Untuk mengatasi tantangan ini, disarankan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi lebih lanjut, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah untuk membuat regulasi dan akses pasar. Selain itu, penting untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar budidaya maggot dapat dikembangkan secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, budidaya maggot dapat menjadi alternatif solusi dalam pengelolaan limbah sampah organik, mendukung ketahanan pangan ternak, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

  1. From clients to citizens: Asset-based Community Development as a strategy for community-driven development:... tandfonline.com/doi/full/10.1080/0961452032000125857From clients to citizens Asset based Community Development as a strategy for community driven development tandfonline doi full 10 1080 0961452032000125857
  2. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... saudijournals.com/media/articles/SB_104_108-120.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents saudijournals media articles SB 104 108 120 pdf
  3. Effects of black soldier fly (Hermetia illucens) larvae meal on production performance, egg quality,... veterinaryworld.org/Vol.17/August-2024/28.phpEffects of black soldier fly Hermetia illucens larvae meal on production performance egg quality veterinaryworld Vol 17 August 2024 28 php
Read online
File size589.53 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test