GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI
Journal of Education and Learning SciencesJournal of Education and Learning SciencesMenyeimbangkan otonomi dan standar dalam sistem pendidikan nasional adalah tantangan kunci dalam menjaga kualitas dan fleksibilitas. Di satu sisi, otonomi mendorong inovasi, adaptasi terhadap konteks lokal, dan fleksibilitas dalam mengajar, sementara di sisi lain, standarisasi memastikan kesetaraan, konsistensi, dan pendidikan berkualitas tinggi. Studi ini menjelajahi keseimbangan antara kedua pendekatan ini dengan menggunakan analisis campuran, menggabungkan survei kuantitatif dan studi kasus kualitatif di lima negara: Finlandia, Singapura, Kanada, Afrika Selatan, dan Brasil. Temuan menunjukkan bahwa otonomi meningkatkan motivasi guru, mendorong inovasi pedagogis, dan mempromosikan kesetaraan pendidikan - terutama ketika didukung oleh sumber daya yang cukup dan mekanisme pertanggungjawaban. Sementara itu, standarisasi memainkan peran penting dalam menjaga keadilan, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, tetapi dapat menghambat kreativitas dan mengabaikan kebutuhan pendidikan lokal. Untuk menyelaraskan kedua pendekatan ini, studi ini merekomendasikan otonomi yang terarah, kurikulum yang dapat disesuaikan (PLCs), dan sistem akuntabilitas yang kuat. Strategi ini memungkinkan sekolah untuk berinovasi dalam panduan yang jelas, memastikan standar tinggi sambil mengakomodasi kebutuhan lokal. Penelitian ini sejalan dengan kerangka teoritis seperti teori kompleksitas dan teori kontingensi, yang menekankan kebutuhan akan kebijakan yang sensitif konteks yang mengintegrasikan standar dan otonomi. Implikasi kebijakan kunci termasuk investasi dalam pengembangan profesional guru, memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan, dan memanfaatkan teknologi untuk mendorong sistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berkualitas tinggi. Dengan menyeimbangkan ini, sistem pendidikan dapat mempersiapkan pelajar dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan abad ke-21, memastikan semua siswa memiliki akses ke pembelajaran terstruktur dan fleksibilitas yang diperlukan untuk sukses di dunia yang terus berkembang.
Artikel ini mengeksplorasi ketegangan yang diperlukan antara standar dan otonomi dalam sistem pendidikan nasional, menekankan mengapa menjaga keseimbangan adalah kunci untuk mendorong inovasi dan keunggulan.Otonomi dalam pendidikan mendorong kreativitas, fleksibilitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan lokal, seperti yang terlihat dalam sistem berprestasi tinggi seperti Finlandia, di mana guru memiliki kebebasan yang signifikan untuk merancang kurikulum dan penilaian.Namun, otonomi harus didukung oleh sumber daya yang cukup dan struktur pertanggungjawaban untuk mencegah disparitas dalam kualitas pengajaran, terutama di komunitas yang kurang beruntung.Di sisi lain, standarisasi mempromosikan keseragaman, keadilan, dan akuntabilitas di berbagai konteks pendidikan, seperti yang ditunjukkan oleh kurikulum nasional dan ujian standar.Namun, standarisasi berlebihan dapat menekan inovasi dan gagal memenuhi kebutuhan unik siswa, terutama di masyarakat multilingual atau multicultural.Artikel ini berpendapat bahwa pendekatan hibrida - yang mengintegrasikan manfaat dari otonomi dan standarisasi - adalah kunci untuk membangun sistem pendidikan yang adil, berprestasi tinggi, dan responsif.Untuk mencapai keseimbangan ini, artikel ini mengusulkan beberapa strategi, termasuk.Otonomi yang terarah, yang memungkinkan sekolah untuk berinovasi dalam parameter yang jelas.Desain kurikulum yang fleksibel, yang merinci tujuan pembelajaran yang luas tetapi memungkinkan adaptasi lokal.Komunitas Belajar Profesional (PLCs), yang mempromosikan kolaborasi guru, pertukaran praktik terbaik, dan keselarasan dengan standar nasional.Ukuran akuntabilitas yang kuat, seperti penilaian formatif dan tinjauan diri sekolah, memastikan bahwa otonomi tidak mengorbankan kualitas pendidikan.Artikel ini juga menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis konteks, kepemimpinan sekolah yang kuat, dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam perencanaan pendidikan dan implementasi reformasi.Dengan mengintegrasikan pendekatan ini, sistem pendidikan dapat memberdayakan guru dan siswa sambil menjaga standar tinggi dan memenuhi kebutuhan komunitas yang beragam.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mempelajari dampak otonomi dan standarisasi pada kesenjangan pendidikan di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana strategi otonomi dan standarisasi yang berbeda dapat mengurangi atau memperbesar kesenjangan pendidikan, terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas atau tidak merata. Ini akan membantu memahami bagaimana kebijakan pendidikan dapat dirancang untuk mengatasi kesenjangan ini dan memastikan akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas.. . 2. Menganalisis peran teknologi dalam menyeimbangkan otonomi dan standarisasi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung otonomi guru dalam mengajar dan belajar, sambil tetap menjaga standar pendidikan yang tinggi. Ini dapat mencakup studi tentang platform pembelajaran digital, sumber daya online, dan alat penilaian yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa yang beragam.. . 3. Memperluas penelitian tentang dampak otonomi dan standarisasi pada kesetaraan gender dan inklusi sosial. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kebijakan pendidikan yang berbeda mempengaruhi partisipasi dan prestasi siswa dari berbagai latar belakang gender, sosial, dan ekonomi. Ini akan membantu mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan kesetaraan dan inklusi dalam sistem pendidikan, memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, terlepas dari latar belakang mereka.
- Seven strong claims about successful school leadership: School Leadership & Management: Vol 28, No... doi.org/10.1080/13632430701800060Seven strong claims about successful school leadership School Leadership Management Vol 28 No doi 10 1080 13632430701800060
- Educational Philosophy and the Challenge of Complexity Theory: Educational Philosophy and Theory: Vol... doi.org/10.1111/j.1469-5812.2007.00394.xEducational Philosophy and the Challenge of Complexity Theory Educational Philosophy and Theory Vol doi 10 1111 j 1469 5812 2007 00394 x
- Teachers as Facilitators: What Autonomy‐Supportive Teachers Do and Why Their Students Benefit | The... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/501484Teachers as Facilitators What AutonomyAaSupportive Teachers Do and Why Their Students Benefit The journals uchicago edu doi 10 1086 501484
| File size | 351.98 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Analisis tema mengungkap lima tema utama: (1) Konstruksi Pengetahuan dan Pengembangan Kompetensi Digital, (2) Pembentukan Kesadaran Kritis, (3) JaringanAnalisis tema mengungkap lima tema utama: (1) Konstruksi Pengetahuan dan Pengembangan Kompetensi Digital, (2) Pembentukan Kesadaran Kritis, (3) Jaringan
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Karena itu disarankan agar pengguna media pembelajaran diterapkan pada setiap pembelajaran. Dari deskripsi data hasil dan data proses pembelajaran padaKarena itu disarankan agar pengguna media pembelajaran diterapkan pada setiap pembelajaran. Dari deskripsi data hasil dan data proses pembelajaran pada
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di kelas VIII-1Metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di kelas VIII-1
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING 2015/2016, ha1 ini dibuktikan dengan rata-rata aktivitas belajar siswa dalam Aspek Kejasama meningkat dari 16,9 pada siklus I menjadi 18,9 pada siklus2015/2016, ha1 ini dibuktikan dengan rata-rata aktivitas belajar siswa dalam Aspek Kejasama meningkat dari 16,9 pada siklus I menjadi 18,9 pada siklus
POLNAMPOLNAM Namun, mereka tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris yang dimediasi oleh video terutama dalam hal relevansi. Terlepas dari perasaanNamun, mereka tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris yang dimediasi oleh video terutama dalam hal relevansi. Terlepas dari perasaan
UIADUIAD Orang tua dan guru harus senantiasa memotivasi peserta didik di segala bidang kehidupan serta lingkungan belajarnya. Salah satu langkah guru agama IslamOrang tua dan guru harus senantiasa memotivasi peserta didik di segala bidang kehidupan serta lingkungan belajarnya. Salah satu langkah guru agama Islam
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Oleh Karena itu, sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar. Karena merupakan amanah yang diemban manusia yang akan dimintai pertanggungjawabannyaOleh Karena itu, sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar. Karena merupakan amanah yang diemban manusia yang akan dimintai pertanggungjawabannya
OJSOJS Penelitian ini menyelidiki pengaruh media sosial terhadap minat baca siswa dalam bidang ilmu sosial. Penelitian ini mengungkap bahwa penggunaan media sosialPenelitian ini menyelidiki pengaruh media sosial terhadap minat baca siswa dalam bidang ilmu sosial. Penelitian ini mengungkap bahwa penggunaan media sosial
Useful /
UMSIDAUMSIDA Hasil pengujian fisik pada tepung ampas tahu menunjukkan nilai a* = 2,9, b* = 17,6, L* = 79,6, C* = 17,8, hue = 80,7, densitas kamba = 1,83 g/mL,Hasil pengujian fisik pada tepung ampas tahu menunjukkan nilai a* = 2,9, b* = 17,6, L* = 79,6, C* = 17,8, hue = 80,7, densitas kamba = 1,83 g/mL,
UMSIDAUMSIDA Pada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1. 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopiPada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1. 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopi
OJSOJS Hal tersebut diketahui dari nilai signifikan untuk pengaruh parsial variabel citra merek (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,04 < 0,05 danHal tersebut diketahui dari nilai signifikan untuk pengaruh parsial variabel citra merek (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,04 < 0,05 dan
OJSOJS Kesalahan konstruksi kalimat yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo masihKesalahan konstruksi kalimat yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo masih