UMSIDAUMSIDA

Journal of Tropical Food and Agroindustrial TechnologyJournal of Tropical Food and Agroindustrial Technology

Kabupaten Jember dan Kecamatan Silo adalah salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya tanaman kopi. Produksi kopi di Kabupaten Jember merupakan yang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Desa Sidomulyo di Kecamatan Silo menjadi desa penghasil devisa pertama di Kabupaten Jember setelah berhasil menembus pasar ekspor kopi. Capaian ini terwujud melalui kolaborasi antara KSU (Koperasi Serba Usaha) Buah Ketakasi dan sejumlah perusahaan besar. Pada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1.560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopi juga meningkat pesat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis struktur rantai pasok biji kopi robusta di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo dan (2) menganalisis kinerja rantai pasok biji kopi robusta di KSU Buah Ketakasi Sidomulyo. Penelitian ini dilaksanakan di KSU Buah Ketakasi yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Penelitian ini berlangsung pada bulan Mei hingga Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode SCOR dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua aliran dalam struktur rantai pasok biji kopi robusta, yaitu aliran pertama dimulai dari petani, KSU Buah Ketakasi, dan konsumen, sedangkan aliran kedua dimulai dari petani, pengepul, KSU Buah Ketakasi, dan konsumen. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai total kinerja rantai pasok mencapai 80,854. Angka tersebut menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok KSU Buah Ketakasi Sidomulyo berada pada level sedang (rata-rata) dari skala 0 hingga 100.

Hasil penelitian mengenai pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode SCOR dan AHP menyimpulkan bahwa struktur kinerja rantai pasok biji kopi robusta terdiri dari dua aliran, yaitu petani-KSU Buah Ketakasi-konsumen dan petani-pengepul-KSU Buah Ketakasi-konsumen.Nilai kinerja rantai pasok mencapai 80,854 (skala 0-100), berada pada level sedang.Rekomendasi perbaikan diberikan untuk matrik kinerja rendah seperti Perfect Condition, Source Flexibility, dan Make Item Responsiveness.

Penelitian lanjutan perlu diarahkan untuk membandingkan efektivitas model SCOR-AHP dengan pendekatan lain dalam mengukur kinerja rantai pasok kopi. Selain itu, dapat dikembangkan studi komparatif antar wilayah penghasil kopi untuk memahami faktor geografis dan sosial yang mempengaruhi kinerja rantai pasok. Rekomendasi lainnya adalah evaluasi teknologi digitalisasi dalam optimasi manajemen stok dan peramalan permintaan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok.

  1. Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods (Case Study : KSU... doi.org/10.21070/jtfat.v7i01.1661Analysis of Robusta Coffee Bean Supply Chain Performance Using SCOR and AHP Methods Case Study KSU doi 10 21070 jtfat v7i01 1661
  2. (PDF) ANALISIS KERAGAMAN MORFOLOGI KOLEKSI TANAMAN KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA BALAI PENELITIAN TANAMAN... researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.2.24208.66567PDF ANALISIS KERAGAMAN MORFOLOGI KOLEKSI TANAMAN KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA BALAI PENELITIAN TANAMAN researchgate doi 10 13140 RG 2 2 24208 66567
Read online
File size505.23 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test