UNDARISUNDARIS

BISECER (Business Economic Entrepreneurship)BISECER (Business Economic Entrepreneurship)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga kopi, harga cengkeh, luas lahan, biaya produksi,dan penggunaan teknologi terhadap kuantitas penawaran kopi robusta dari petani kepada tengkulak di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebesar 1.980 petani kopi. Sampel yang digunakan sebanyakk 95 orang yang terbagi di Desa Banjarsari, Ngemplak, Tlogopucang, Blimbing, dan Kembangsari dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang di gunakan berupa data primer berdasarkan kuesioner dan indept interview. Analisis penelitian menggunakan metode regresi linier berganda (OLS) variabel dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,5 persen penawaran kopi robusta di Kecamatan Kandangan dipengaruhi oleh harga, harga cengkeh, luas lahan, biaya produksi dan variabel dummy teknologi. Variabel independen secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran kopi robusta di Kecamatan Kandangan. Variabel harga, luas lahan, dan biaya produksi berpengaruh positif sedangkan harga cengkeh berpengaruh negatif terhadap penawaran kopi robusta di Kecamatan Kandangan. Petani yang menggunakan teknologi kuantitas kopi yang ditawarkan lebih banyak dibandingkan petani yang tidak menggunakan teknologi. Namun, harga cengkeh tidak berpengaruh signifikan terhadap penawaran kopi robusta karena petani di Kecamatan Kandangan rata- rata hanya meghasilkan cengkeh sebesar 30 kilogram per tahun sedangkan teknologi juga berpengaruh tidak signifikan karena keterbatasan akses pasar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kopi, luas lahan, dan penggunaan teknologi secara signifikan dan positif memengaruhi penawaran kopi robusta di Kecamatan Kandangan.Meskipun demikian, harga cengkeh dan biaya produksi ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kuantitas penawaran kopi, dengan harga cengkeh berpengaruh negatif dan biaya produksi positif.Penggunaan teknologi terbukti meningkatkan kuantitas kopi yang ditawarkan, namun rendahnya produksi cengkeh serta kebergantungan pada tengkulak membatasi dampak variabel-variabel tersebut.

Penelitian mendatang dapat lebih mendalam mengkaji strategi untuk meningkatkan nilai tambah dan akses pasar bagi petani kopi robusta di Kecamatan Kandangan, terutama bagi mereka yang telah mengadopsi teknologi pengolahan pasca panen namun masih terkendala penjualan ke tengkulak. Penting untuk meneliti bagaimana model bisnis alternatif, seperti kemitraan langsung dengan roaster atau eksportir, atau pengembangan platform digital khusus petani, dapat secara efektif memutus rantai ketergantungan pada tengkulak, sehingga harga jual yang diterima petani menjadi lebih kompetitif dan adil. Selanjutnya, perlu juga dilakukan studi kualitatif untuk memahami lebih dalam dinamika hubungan patron-klien antara petani dan tengkulak, termasuk faktor-faktor sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang memengaruhi posisi tawar petani. Hal ini akan membantu mengidentifikasi intervensi yang tepat untuk memperkuat kapasitas tawar-menawar petani. Terakhir, penelitian dapat pula mengeksplorasi faktor-faktor pendorong dan penghambat adopsi teknologi pengolahan kopi pasca panen di kalangan petani tradisional, meliputi aspek pelatihan, penyuluhan, ketersediaan modal, dan dukungan infrastruktur. Dengan memahami aspek-aspek ini, kebijakan yang lebih terarah dapat dirumuskan untuk mendorong transisi petani dari penjualan green beans mentah ke produk olahan bernilai tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

  1. #nilai perusahaan#nilai perusahaan
  2. #sub sektor#sub sektor
Read online
File size488.83 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2tf
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test