UNIPEMUNIPEM
joce-ipjoce-ipTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana membatik Tie-dye dapat membantu perkembangan kemampuan motorik halus anak usia dini di taman kanak-kanak, terutama dalam kegiatan pra menulis, seperti memegang pensil yang masih kaku, menjiplak dan mewarnai dengan coretan yang terlihat. Kegiatan membatik sederhana dapat meningkatkan motorik halus. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriftif, kualitatif. Metode membatik tie-dye sebagai cara untuk mendorong perkembangan motorik halus pada anak-anak dipelajari dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui pendekatan deskriftif kualitatif. Metode kualitatif dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang proses, respon anak, dan bagaimana kegiatan membatik mempengaruhi kemampuan motorik halus mereka. Peserta didik berusia 4 hingga 5 tahun yang mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis seni di lembaga paud adalah subjek penelitian ini. Observasi partisipatif wawancara semi terstruktur dengan guru pendamping, dan dokumentasi visual adalah metode pengumpulan data. Redaksi, penyajian, dan kesimpulan adalah langkah-langkah yang digunakan dalam analisis data tematik. Untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan selama proses penelitian akurat dan konsisten, validasi data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik.
Melalui projek tie-dye, perkembangan motorik halus anak usia dini dapat terlatih.Dalam kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk melenturkan cap sederhana secara berulang, serta berkreasi menggunakan warna-warna pilihan yang sesuai dengan keinginan dan imajinasi mereka.Guru dapat menggunakan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan antara teknik membatik tie-dye dengan teknik seni lainnya dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini. Selain itu, dapat dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari kegiatan membatik pada kreatifitas dan kemampuan sosial anak. Ide penelitian lainnya adalah untuk mengembangkan program pelatihan bagi guru tentang metode pengajaran yang lebih menarik melalui seni, termasuk membatik, untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi anak dalam kegiatan pembelajaran.
- WARNA: PEMANFAATAN MEMBATIK TIE-DYE SEBAGAI STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI | joce-ip.... jurnalip.unipem.ac.id/index.php/joce-ip/article/view/85WARNA PEMANFAATAN MEMBATIK TIE DYE SEBAGAI STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI joce ip jurnalip unipem ac index php joce ip article view 85
- Meningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Pembelajaran Membatik Menggunakan Media... ejournal.unib.ac.id/index.php/potensia/article/view/1970Meningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Pembelajaran Membatik Menggunakan Media ejournal unib ac index php potensia article view 1970
| File size | 299.85 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca, dari kondisi awal 29,2% menjadi 58,3% pada Siklus I, 63,3% pada Siklus II, dan 83,5% pada SiklusHasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca, dari kondisi awal 29,2% menjadi 58,3% pada Siklus I, 63,3% pada Siklus II, dan 83,5% pada Siklus
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pembelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan mediaHasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pembelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pengamatan aktivitas anak juga meningkat, hal ini dapat terlihat dari data awal hingga siklus II pertemuan 2. Data awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperolehPengamatan aktivitas anak juga meningkat, hal ini dapat terlihat dari data awal hingga siklus II pertemuan 2. Data awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penelitian ini menemukan bahwa pemikiran pendidikan Islam klasik, khususnya karya Al‑Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun, tetap relevan secara transgenerasionalPenelitian ini menemukan bahwa pemikiran pendidikan Islam klasik, khususnya karya Al‑Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun, tetap relevan secara transgenerasional
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penilaian dalam kegiatan ini meliputi hasil warna dan bentuk, konsistensi selama proses, serta kreativitas dan kerapihan. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkanPenilaian dalam kegiatan ini meliputi hasil warna dan bentuk, konsistensi selama proses, serta kreativitas dan kerapihan. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Dengan bimbingan yang tepat dan pembelajaran yang berkelanjutan, kemampuan ini dapat terus berkembang menjadi keterampilan bercerita yang runtut dan bermakna.Dengan bimbingan yang tepat dan pembelajaran yang berkelanjutan, kemampuan ini dapat terus berkembang menjadi keterampilan bercerita yang runtut dan bermakna.
MULYALITERASIMULYALITERASI AUD sangat pandai meniru apa yang dilakukan oleh guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya. Syarat utama dalam penerapan metode pembiasaan ini adalah guruAUD sangat pandai meniru apa yang dilakukan oleh guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya. Syarat utama dalam penerapan metode pembiasaan ini adalah guru
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan seni anak sebelum dan sesudah penerapan metode bermain peran. Jenis penelitian yaitu jenis Penelitian TindakanTujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan seni anak sebelum dan sesudah penerapan metode bermain peran. Jenis penelitian yaitu jenis Penelitian Tindakan
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal kita belajar menulis, mempresentasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian yang telahSeminar ini diharapkan menjadi langkah awal kita belajar menulis, mempresentasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian yang telah
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Hasilnya menunjukkan bahwa 80% kader mampu melakukan pijat bayi dengan kategori terampil. Program kemitraan masyarakat ini menghasilkan peningkatan keterampilanHasilnya menunjukkan bahwa 80% kader mampu melakukan pijat bayi dengan kategori terampil. Program kemitraan masyarakat ini menghasilkan peningkatan keterampilan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Namun, penggunaan media digital juga menimbulkan tantangan, seperti kekhawatiran terhadap durasi penggunaan layar dan kualitas konten yang dikonsumsi.Namun, penggunaan media digital juga menimbulkan tantangan, seperti kekhawatiran terhadap durasi penggunaan layar dan kualitas konten yang dikonsumsi.
KOMPETIFKOMPETIF Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,628 menunjukkan bahwa 62,8 % variasi return saham dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkanNilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,628 menunjukkan bahwa 62,8 % variasi return saham dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan