UNTARUNTAR

International Journal of Application on Economics and BusinessInternational Journal of Application on Economics and Business

Polong vanila merupakan salah satu rempah paling mahal di dunia. Harga internasional mencapai 300 hingga 600 dolar AS per kg polong vanila, sehingga budidaya vanila mulai berkembang di berbagai negara. Penelitian ini mengusulkan model bisnis inovatif untuk vanila di Taiwan. Model bisnis inovatif ini berdasarkan pada model SID (supply-interface-demand) dan model 9 building blocks, yang menggabungkan penyedia modal, penyedia lahan, penyedia tenaga kerja, dan perusahaan kasus untuk menyediakan berbagai kombinasi skema kerja sama yang dapat dipilih oleh keempat pihak sesuai program terbaik. Bagi investor, tingkat pengembalian investasi pada putaran pertama sekitar 13%, dan pada putaran kedua sekitar 25%. Bagi tenaga kerja, mereka dapat memperoleh minimal NT$ 40.000 per bulan dengan waktu kerja sekitar 4 hari per minggu. Bagi penyedia lahan, setiap satuan lahan mereka menerima NT$ 20.000 per tahun. Karena model bisnis inovatif ini memberikan manfaat bisnis yang sangat baik tidak hanya bagi perusahaan kasus tetapi juga bagi investor, tenaga kerja, dan penyedia lahan, maka model bisnis yang diusulkan dalam penelitian ini dapat dipromosikan dan diterapkan di negara-negara terkait.

Model bisnis inovatif yang diusulkan memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi investor, tenaga kerja, dan penyedia lahan di industri vanila Taiwan.Tingkat pengembalian investasi mencapai 13% pada putaran pertama dan 25% pada putaran kedua, dengan pendapatan bulanan minimal NT$ 40.000 bagi tenaga kerja serta kompensasi tahunan sebesar NT$ 20.000 per satuan lahan bagi penyedia lahan.Oleh karena itu, model ini layak untuk dipromosikan dan diadopsi oleh negara-negara lain yang memiliki potensi budidaya vanila.

Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan model bisnis inovatif ini dalam skala lebih besar, terutama di daerah pedesaan dengan kepemilikan lahan terbatas, untuk melihat dampaknya terhadap pemerataan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Kedua, penting untuk meneliti integrasi teknologi pertanian cerdas secara lebih mendalam, seperti penggunaan sensor otomatis dan sistem analisis data berbasis kecerdasan buatan, dalam proses budidaya dan fermentasi vanila guna meningkatkan konsistensi kualitas produk secara nasional. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang adaptasi model SID dan 9 building blocks pada komoditas perkebunan lain yang bernilai tinggi, seperti kopi atau kakao, untuk mengevaluasi keluwesan dan efektivitas kerangka bisnis ini di luar konteks vanila, sekaligus mengeksplorasi potensi replikasi model di sektor pertanian berkelanjutan lainnya di kawasan tropis.

  1. INNOVATION BUSINESS MODEL OF VANILLA IN TAIWAN | International Journal of Application on Economics and... journal.untar.ac.id/index.php/ijaeb/article/view/34061INNOVATION BUSINESS MODEL OF VANILLA IN TAIWAN International Journal of Application on Economics and journal untar ac index php ijaeb article view 34061
Read online
File size898.02 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2sZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test