UNTARUNTAR

International Journal of Application on Economics and BusinessInternational Journal of Application on Economics and Business

Peningkatan jumlah perangkat elektronik dan alat rumah tangga menyebabkan meningkatnya volume limbah elektronik mobile (e-waste). Meskipun demikian, kesadaran pengguna Malaysia terhadap daur ulang e-waste mobile masih rendah. Tinjauan menunjukkan bahwa kesadaran pengguna tentang daur ulang e-waste mobile diukur berdasarkan tingkat pemahaman dan pengetahuan mereka melalui model Knowledge, Attitudes and Practices (KAP) yang diajukan oleh Schwartz (1976). Selain itu, niat dan motivasi daur ulang e-waste mobile berkaitan erat dengan mindset lingkungan individu, strategi insentif, pendidikan lingkungan, kenyamanan, dan biaya pembuangan. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) serta Organisasi Non-Pemerintah (NGO) telah mengintroduksikan berbagai metode, platform, dan praktik daur ulang e-waste mobile. Studi ini membantu pemerintah dalam meningkatkan penyebarkan informasi e-waste dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti air bersih dan sanitasi (goal 6), kota dan komunitas berkelanjutan (goal 11), serta produksi dan konsumsi bertanggung jawab (goal 12). Studi ini juga membantu mengidentifikasi keterbatasan pengguna Malaysia dalam meningkatkan kesadaran untuk daur ulang e-waste mobile yang lebih berkelanjutan.

Di era globalisasi, penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, komputer, dan peralatan rumah tangga meningkat seiring perkembangan teknologi.Situasi ini menyebabkan peningkatan limbah e-waste mobile.Pembuangan limbah e-waste mobile yang tidak tepat menyebabkan pelepasan logam ke tanah, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan individu.Manajemen limbah e-waste mobile di Malaysia dibentuk pada 2015 di bawah otoritas DOE.Namun, pengguna melaporkan tingkat kesadaran yang rendah terhadap daur ulang e-waste mobile.Evaluasi kesadaran pengguna tentang daur ulang e-waste mobile dilakukan untuk memeriksa tingkat pemahaman dan pengetahuan mereka.Niat dan motivasi daur ulang e-waste mobile berkaitan erat dengan mindset lingkungan individu, strategi insentif, pendidikan lingkungan, kenyamanan, dan biaya pembuangan.Studi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk memperkuat kampanye promosi dan inisiatif pemasaran e-waste di masa depan, sehingga meningkatkan kesadaran publik dan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Malaysia.

Studi lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program insentif daur ulang e-waste mobile, seperti skema penghargaan berbasis poin atau diskon, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian juga dapat fokus pada pendidikan lingkungan berbasis komunitas, misalnya melalui program sekolah atau kampanye lokal, untuk meningkatkan kesadaran generasi muda. Selain itu, perlu ada penelitian yang menganalisis peran NGO dalam memperluas akses daur ulang e-waste, terutama di daerah pedesaan yang kurang terjangkau. Saran-saran ini bertujuan untuk mengembangkan strategi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam manajemen e-waste mobile di Malaysia.

  1. A REVIEW ON MOBILE ELECTRONIC WASTE RECYCLING AMONG MALAYSIAN USERS | International Journal of Application... doi.org/10.24912/ijaeb.v3i1.32-40A REVIEW ON MOBILE ELECTRONIC WASTE RECYCLING AMONG MALAYSIAN USERS International Journal of Application doi 10 24912 ijaeb v3i1 32 40
  1. #product quality#product quality
  2. #brand ambassadors#brand ambassadors
Read online
File size398.95 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2sU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test