UPD KEDIRIUPD KEDIRI

JUMBA (Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi)JUMBA (Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi)

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% terhadap pola konsumsi rumah tangga menengah di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan metode analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif komparatif berdasarkan data sekunder. Sumber data meliputi publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), laporan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan tarif PPN berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, terutama pada sektor non-pokok seperti restoran, transportasi, serta jasa perawatan pribadi. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran pola konsumsi rumah tangga menengah dari pengeluaran barang sekunder ke kebutuhan primer. Data BPS memperlihatkan bahwa tingkat inflasi year-on-year Kota Kediri sepanjang tahun 2025 mengalami fluktuasi, yaitu 0,54% pada Januari, deflasi 0,04% pada Maret, dan meningkat menjadi 1,08% pada Mei. Dinamika tersebut menggambarkan adanya proses penyesuaian konsumsi masyarakat terhadap perubahan harga pasca penerapan tarif pajak baru. Walaupun dampak penurunan daya beli bersifat sementara, kebijakan ini memerlukan langkah pendukung berupa pengendalian harga dan pemberian subsidi yang tepat sasaran guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menengah. Secara keseluruhan, kenaikan tarif PPN meningkatkan penerimaan negara, namun sekaligus menekan daya beli dan mengubah struktur konsumsi rumah tangga di tingkat tersebut, sehingga perumusan kebijakan fiskal perlu mempertimbangkan keseimbangan antara tujuan peningkatan penerimaan pajak dan perlindungan kesejahteraan masyarakat.

Kenaikan PPN 11% menjadi 12% memberikan dampak signifikan pada pola konsumsi rumah tangga menengah di Kediri, terutama meningkatkan harga barang non‑pokok dan menggeser konsumsi ke barang primer, sekaligus menekan daya beli sementara.Meskipun kebijakan meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat fiskal, efeknya bervariasi secara sektoral dengan inflasi tinggi pada jasa dan deflasi pada sektor lain, sehingga stabilitas harga menjadi krusial.Oleh karena itu, diperlukan intervensi daerah berupa pengawasan harga, subsidi tepat sasaran, dan literasi pajak untuk menjaga kesejahteraan rumah tangga menengah sambil mempertahankan manfaat fiskal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kenaikan tarif PPN memengaruhi rumah tangga berpenghasilan rendah di Kota Kediri, dengan membandingkan perubahan pola konsumsi antara kelompok pendapatan menengah dan rendah untuk mengidentifikasi perbedaan dampak ekonomi. Selain itu, studi longitudinal yang menggunakan data panel dapat menilai efek jangka panjang kenaikan PPN terhadap perilaku konsumsi rumah tangga, sehingga dapat memisahkan efek sementara dari perubahan struktural yang lebih permanen. Selanjutnya, evaluasi kebijakan subsidi harga dan pengendalian inflasi sektor jasa melalui desain kuasi‑eksperimental dapat mengukur efektivitas intervensi tersebut dalam meredam penurunan daya beli, memberikan dasar empiris bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan program bantuan yang lebih tepat sasaran.

  1. Dampak Kenaikan Tarif PPN terhadap Inflasi dan Daya Beli Masyarakat Indonesia | Fadilah | Media Akuntansi... journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/MAP/article/view/7940Dampak Kenaikan Tarif PPN terhadap Inflasi dan Daya Beli Masyarakat Indonesia Fadilah Media Akuntansi journal uta45jakarta ac index php MAP article view 7940
Read online
File size624.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test