UNIPASBYUNIPASBY

Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)

Hutang menjadi peran yang penting bagi perusahaan dalam memperoleh pinjaman modal untuk keberlangsungan perusahaan. Adapun faktor yang diperhatikan dalam mengambil kebijakan hutang yaitu FCF, struktur aset dan likuiditas. Perusahaan properti dan real estate di BEI tahun 2017-2019 dijadikan populasi. Diambil sampel 42 perusahaan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel. Data di analisis dengan regresi linier berganda.. . Hasil penelitian diketahui bahwa variabel FCF memiliki nilai sig. sebesar 0,012 dan likuiditas memiliki nilai sig. sebesar 0,000 sehingga variabel FCF dan likuiditas berpengaruh parsial terhadap kebijakan hutang. Sementara variabel struktur aset memiliki nilai signifikansi sebesar 0,746 sehingga variabel struktur aset tidak mengalami pengaruh terhadap kebijakan hutang. Variabel FCF, struktur aset dan likuiditas berpengaruh secara bersama terhadap kebijakan hutang.

Berdasarkan uji-t, Free Cash Flow (FCF) dan likuiditas secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan Hutang (DAR).Namun, variabel struktur aset tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Kebijakan Hutang.Secara simultan, FCF, struktur aset, dan likuiditas terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Hutang.

Penelitian ini memberikan pemahaman awal mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang pada perusahaan properti dan real estate. Namun, terdapat beberapa celah yang dapat menjadi arah bagi penelitian lanjutan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Salah satu saran yang relevan adalah untuk memperluas cakupan studi dengan menganalisis data dari periode waktu yang lebih panjang, melampaui tiga tahun yang digunakan saat ini, serta melibatkan lebih banyak sampel perusahaan atau bahkan membandingkan temuan dengan sektor industri lain di Bursa Efek Indonesia. Hal ini penting untuk menguji konsistensi dan generalisasi hasil penelitian, terutama mengingat adanya keterbatasan waktu dan sumber daya pada studi awal ini. Kemudian, mengingat bahwa variabel struktur aset tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang dalam penelitian ini, sangat menarik untuk menyelidiki lebih lanjut fenomena ini. Penelitian masa depan dapat difokuskan untuk mengidentifikasi variabel-variabel moderasi atau mediasi yang mungkin memengaruhi hubungan antara struktur aset dan kebijakan hutang, atau bahkan mengeksplorasi alasan mendalam mengapa aset tetap tidak menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan hutang di sektor ini. Selain itu, dengan koefisien determinasi R2 yang hanya 15,8%, ada indikasi kuat bahwa banyak faktor lain yang belum teridentifikasi turut berperan dalam menentukan kebijakan hutang. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat berupaya untuk mengidentifikasi dan menguji variabel-variabel eksternal maupun internal lain yang potensial mempengaruhi kebijakan hutang, seperti faktor makroekonomi, regulasi pemerintah, atau karakteristik spesifik perusahaan yang belum terangkum. Dengan demikian, pemahaman tentang kebijakan hutang dapat menjadi lebih komprehensif dan relevan bagi praktik manajerial.

Read online
File size352.01 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test