UPDMUPDM

Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI)Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon dalam memengaruhi nilai perusahaan, dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Tata kelola perusahaan dalam penelitian ini dilihat melalui komite audit, komisaris independen, dan kepemilikan institusional, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Objek penelitian adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, data terlebih dahulu diuji melalui uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, dan hasilnya menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi seluruh asumsi yang disyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama tata kelola perusahaan, pengungkapan emisi karbon, dan kinerja keuangan belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, jika dilihat secara individual, hanya komite audit yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, komisaris independen, kepemilikan institusional, pengungkapan emisi karbon, serta kinerja keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien determinasi yang relatif rendah mengindikasikan bahwa nilai perusahaan pertambangan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti kondisi ekonomi makro, fluktuasi harga komoditas, dan sentimen pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam sektor pertambangan, pasar belum sepenuhnya merespons mekanisme tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon dalam membentuk nilai perusahaan.

Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai prosedur ilmiah, namun memiliki keterbatasan karena hanya menyoroti perusahaan pertambangan di BEI, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi ke sektor lain.Variabel yang digunakan terbatas pada tata kelola perusahaan, pengungkapan emisi karbon, dan kinerja keuangan (ROA), padahal nilai perusahaan pertambangan sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti harga komoditas global dan kondisi ekonomi makro yang tidak termasuk dalam model.Selain itu, periode pengamatan yang singkat (2019-2021) bertepatan dengan ketidakstabilan ekonomi global, dan kualitas pengukuran pengungkapan emisi karbon masih bergantung pada ketersediaan informasi dalam laporan perusahaan.

Berdasarkan temuan yang menunjukkan keterbatasan model penelitian ini dalam menjelaskan nilai perusahaan, terutama pengaruh kuat dari faktor eksternal, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif. Pertama, peneliti berikutnya dapat fokus pada bagaimana faktor-faktor makroekonomi, seperti fluktuasi harga komoditas global, tingkat inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan PDB, secara spesifik memoderasi atau bahkan mendominasi hubungan antara tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon dengan nilai perusahaan, khususnya dalam sektor pertambangan yang sangat sensitif terhadap kondisi eksternal. Studi dapat membandingkan respons pasar terhadap praktik keberlanjutan antara periode stabilitas ekonomi dengan periode ketidakpastian tinggi untuk melihat pergeseran prioritas investor. Kedua, mengingat pasar Indonesia belum sepenuhnya merespons pengungkapan emisi karbon, penelitian bisa mendalami aspek kualitatif pengungkapan. Ini termasuk mengukur tingkat kredibilitas, kelengkapan, dan verifikasi informasi emisi karbon yang dilaporkan, serta menganalisis bagaimana kualitas pengungkapan ini mempengaruhi persepsi investor dan nilai perusahaan, mungkin melalui analisis sentimen atau survei investor. Ketiga, untuk mendapatkan generalisasi yang lebih luas, akan sangat bermanfaat jika penelitian diperluas ke sektor industri lain yang memiliki karakteristik berbeda, misalnya industri manufaktur berat atau sektor jasa. Dengan membandingkan hasil antara sektor pertambangan dan sektor lain, kita dapat memahami apakah respons pasar terhadap tata kelola perusahaan dan inisiatif lingkungan bersifat spesifik industri atau merupakan tren yang lebih umum di seluruh pasar modal Indonesia, sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh tentang relevansi keberlanjutan dalam investasi.

  1. Jurnal Ekonomi. pengaruh tatakelola nilai perusahaan perbankan roa npl mediasi jurnal ekonomi authors... doi.org/10.24912/je.v26i2.751Jurnal Ekonomi pengaruh tatakelola nilai perusahaan perbankan roa npl mediasi jurnal ekonomi authors doi 10 24912 je v26i2 751
  2. Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon dan Annual Report Readability terhadap Nilai Perusahaan | JURNAL EKSPLORASI... jea.ppj.unp.ac.id/index.php/jea/article/view/363Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon dan Annual Report Readability terhadap Nilai Perusahaan JURNAL EKSPLORASI jea ppj unp ac index php jea article view 363
  3. Pengaruh Good Corporate Governance dan Environmental Social Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan... doi.org/10.37034/infeb.v5i1.208Pengaruh Good Corporate Governance dan Environmental Social Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan doi 10 37034 infeb v5i1 208
Read online
File size447.5 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test