UNIBIUNIBI

Economics Professional in Action (E-Profit)Economics Professional in Action (E-Profit)

Penelitian ini bertujuan menguji pada Sub Sektor Farmasi di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022. Indikator yang digunakan untuk mengukur Struktur Modal adalah Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio, sedangkan Profitabilitas menggunakan rasio Net Profit Margin. Sampel penelitian terdiri dari 10 perusahaan Sub Sektor Farmasi yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara variabel Struktur Modal dengan indikator DAR maupun DER terhadap Profitabilitas yang diukur dengan NPM. Uji t menghasilkan nilai thitung DAR sebesar -4,348 dan nilai thitung DER sebesar -4,169 serta nilai ttabel 2,011 dengan masing-masing nilai probabilitas sebesar 0,000. Secara simultan Struktur Modal yang diukur dengan DAR dan DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPM, ditunjukkan oleh nilai Fhitung 57,712 dan Ftabel 4,04 serta nilai probabilitas sebesar 0,000.

Struktur modal yang diukur dengan Debt to Assets Ratio (DAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM) pada sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022.Struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan NPM.Secara bersamaan, DAR dan DER berpengaruh signifikan terhadap NPM, menunjukkan bahwa perubahan struktur modal memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas dengan memasukkan variabel moderasi seperti risiko financial distress atau kualitas corporate governance, mengingat tingginya beban utang dapat memperbesar tekanan keuangan perusahaan. Kedua, penting untuk mengkaji perbedaan dampak struktur modal antar sub sektor industri farmasi, misalnya antara produsen obat kimia, obat tradisional, dan alat kesehatan, untuk melihat apakah sensitivitas profitabilitas terhadap utang berbeda berdasarkan jenis produk dan model bisnis. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi longitudinal atau komparatif lintas negara untuk mengevaluasi bagaimana kondisi makroekonomi atau regulasi industri farmasi memengaruhi hubungan antara struktur modal dan profitabilitas, mengingat kondisi eksternal dapat mengubah dinamika keuangan perusahaan secara signifikan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang strategi pendanaan yang optimal dalam konteks industri farmasi yang dinamis.

Read online
File size302.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test