ITSIITSI

Jurnal Agro EstateJurnal Agro Estate

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sumber pendapatan Indonesia yang terpenting. Dalam budidayanya, tanaman kelapa sawit menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah serangan hama ulat api Setothosea asigna. Ulat api merupakan serangga yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada kelapa sawit. Berbagai usaha kerap dilakukan untuk mengendalikan ulat api, salah satunya adalah dengan menggunakan agen hayati seperti jamur Cordyceps militaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jamur C. militaris terhadap ulat api S. asigna. Penelitian dilaksanakan di Areal Lahan Percobaan Institut Teknologi Sawit Indonesia, pada bulan Maret sampai dengan Mei 2024, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 5 perlakuan yaitu F0/Kontrol (tanpa aplikasi C. militaris), F1 (Aplikasi C. militaris 15 gram/1 liter air), F2 (Aplikasi C. militaris 20 gram/1 liter air), F3Aplikasi C. militaris 25 gram/1 liter air) dan F4 (Aplikasi C. militaris 30 gram/1 liter air) dengan 5 ulangan. Data yang diperoleh diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan Jamur C. militaris efektif dalam mengendalikan ulat api S. asigna. Konsentrasi jamur C. militaris yang paling efektif dalam mengendalikan ulat api S. asigna adalah 30 gram/1 liter air (F4), dimana pada perlakuan ini mortalitas 100% dan LT50 terjadi lebih cepat dibanding perlakuan F0, F1, F2 dan F3.

Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa jamur C.militaris efektif dalam mengendalikan ulat api S.militaris pada perlakuan F4 (30 gram/1 liter air) mampu menyebabkan mortalitas 100% pada ulat api S.asigna di hari ke 6 setelah aplikasi, dan merupakan yang paling efektif dibanding perlakuan yang lain.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi ini ke kondisi lapangan yang lebih realistis, tidak hanya di lahan percobaan terkontrol. Sangat penting untuk memahami bagaimana efektivitas jamur Cordyceps militaris berubah ketika terpapar faktor lingkungan seperti sinar matahari langsung, curah hujan, dan keberadaan predator alami di perkebunan kelapa sawit yang sebenarnya. Selain itu, penelitian di masa depan perlu menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan C. militaris terhadap kesehatan tanaman kelapa sawit secara keseluruhan, termasuk potensi pemulihan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) dan keberlanjutan ekosistem perkebunan. Ini juga harus mencakup analisis kelayakan ekonomi, membandingkan biaya dan manfaat dari aplikasi C. militaris dengan metode pengendalian hama yang lebih tradisional pada skala yang lebih besar, untuk memastikan solusi ini praktis dan ekonomis bagi petani. Terakhir, penelitian dapat mengoptimalkan strategi pengendalian dengan mengeksplorasi efektivitas C. militaris pada tahap perkembangan ulat api Setothosea asigna yang berbeda, seperti telur atau instar awal, serta mengembangkan formulasi atau metode aplikasi yang lebih inovatif, seperti penggunaan umpan atau teknik penyemprotan yang meningkatkan ketahanan jamur terhadap kondisi lingkungan yang keras. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang potensi C. militaris sebagai solusi pengendalian hama yang berkelanjutan dan efisien.

  1. STUDI POTENSI JAMUR Cordyceps militaris L. SEBAGAI AGENSIA HAYATI HAMA ULAT API (Setothosea asigna E.)... jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/6351STUDI POTENSI JAMUR Cordyceps militaris L SEBAGAI AGENSIA HAYATI HAMA ULAT API Setothosea asigna E jurnal fp unila ac index php JA article view 6351
Read online
File size182.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test