USBIUSBI

Journal of Business And EntrepreneurshipJournal of Business And Entrepreneurship

Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara kepemimpinan perempuan, persepsi dukungan bawahan, dan kapabilitas inovasi dalam organisasi di Jakarta, Indonesia. Meskipun semakin banyak penelitian tentang kepemimpinan dan inovasi, masih terdapat kesenjangan dalam memahami kontribusi spesifik para pemimpin wanita dan bagaimana dukungan bawahan memengaruhi efektivitas mereka. Dengan menggunakan sampel purposif pemimpin wanita dan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM), penelitian ini menguji tiga hipotesis utama. Temuan awal mengungkapkan hubungan positif yang signifikan secara statistik antara kepemimpinan wanita dengan kapabilitas inovasi serta persepsi dukungan bawahan. Namun, tidak ditemukan hubungan langsung dan signifikan secara statistik antara persepsi dukungan bawahan dan kapabilitas inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin wanita memainkan peran yang kuat dan mendasar dalam sebuah organisasi dengan menciptakan lingkungan yang suportif, yang pada gilirannya, dapat secara tidak langsung memengaruhi inovasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyoroti dampak langsung kepemimpinan wanita pada hasil organisasi utama, sekaligus menjadi dasar awal untuk penelitian selanjutnya tentang peran mediasi dukungan bawahan.

Berdasarkan hasil uji hipotesis, kepemimpinan perempuan terbukti menjadi faktor penting yang secara signifikan meningkatkan kemampuan inovasi organisasi dan dukungan bawahan.Namun, tidak ditemukan hubungan langsung yang signifikan antara dukungan bawahan dengan kemampuan inovasi, mengindikasikan peran mediasi yang mungkin dipengaruhi faktor lain.Karena sampel kecil dan bersifat preliminer, temuan tidak dapat digeneralisasi, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi peran mediasi dukungan bawahan dalam hubungan kepemimpinan perempuan dan inovasi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji peran mediasi dukungan bawahan antara kepemimpinan wanita dan kapabilitas inovasi pada berbagai sektor industri untuk melihat apakah efeknya berbeda secara signifikan di masing‑masing konteks. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh budaya organisasi serta tingkat otonomi kerja terhadap hubungan kepemimpinan wanita dan inovasi, dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan teknik stratifikasi untuk meningkatkan representativitas. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau dampak program pengembangan kepemimpinan wanita terhadap inovasi selama periode waktu tertentu, serta mengamati perubahan persepsi dukungan bawahan seiring berjalannya waktu, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme dinamis yang mendasari hubungan tersebut.

Read online
File size341.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test