UNTAG SMDUNTAG SMD

MOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGIMOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari kepemimpinan transformasional terhadap budaya organisasi pada karyawan CV. Muse Entertainment Center Samarinda. Sampel penelitian terdiri dari 163 karyawan (pria dan wanita) berusia 18–47 tahun dengan latar belakang pendidikan beragam. Instrumen yang digunakan adalah Multifactorial Leadership Questionnaire (MLQ) yang dimodifikasi oleh penulis untuk mengukur kepemimpinan transformasional, serta skala Likert untuk mengukur budaya organisasi. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung 0,441 lebih kecil daripada t tabel 1,975, sehingga tidak terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan transformasional terhadap budaya organisasi pada perusahaan tersebut.

Analisis regresi menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,441 yang lebih kecil dari t tabel 1,975 (p > 0,05), sehingga hipotesis nol diterima dan tidak terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan transformasional terhadap budaya organisasi pada karyawan CV.Penelitian mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti fokus perusahaan pada kualitas layanan dan minimnya interaksi antara pimpinan dan bawahan, mungkin menjadi penyebab utama budaya organisasi yang tinggi.Keterbatasan penelitian meliputi penggunaan data cross‑sectional pada satu perusahaan sehingga generalisasi hasil perlu diuji lebih lanjut.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap budaya organisasi pada perusahaan hiburan lainnya maupun pada sektor industri yang berbeda, sehingga dapat menilai apakah temuan ini bersifat universal atau bersifat khusus pada CV. Muse Entertainment Center. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran mediasi variabel-variabel seperti keterlibatan karyawan, komunikasi internal, atau kepuasan kerja dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi, yang dapat menjelaskan mekanisme pengaruh yang belum terdeteksi pada penelitian ini. Pendekatan metodologis yang menggabungkan desain longitudinal dengan teknik survei berulang selama beberapa bulan dapat memberikan gambaran dinamika perubahan kepemimpinan dan budaya organisasi seiring waktu, mengatasi keterbatasan data cross‑sectional saat ini. Penggunaan metode campuran, yaitu menambahkan wawancara mendalam atau focus group discussion dengan para manajer dan karyawan, dapat memperkaya pemahaman kontekstual serta mengidentifikasi faktor-faktor kualitatif yang mempengaruhi hubungan tersebut. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas sampel dengan melibatkan karyawan dari berbagai tingkatan hierarki, termasuk manajer tingkat atas, supervisor, dan staf operasional, untuk mengevaluasi apakah pengaruh kepemimpinan transformasional berbeda antar level organisasi. Dengan mengintegrasikan variasi sektor, variabel mediasi, desain longitudinal, serta pendekatan campuran, studi lanjutan diharapkan dapat memberikan bukti lebih kuat mengenai peran kepemimpinan transformasional dalam membentuk budaya organisasi di lingkungan kerja yang beragam.

Read online
File size116.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test