PDGIPDGI

Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan antara pembentukan mikronukleus pada mukosa bukal dan mukosa gingiva setelah terpapar radiografi panoramik konvensional. Sampel diambil dengan cara rolling cervical brush terhadap mukosa bukal dan gingival pada 10 hari setelah paparan radiasi. Sampel diwarnai menggunakan metode Feulgen-Rossenbeck dan dianalisis di bawah mikroskop binuklear dengan perbesaran 400x. Analisis uji T tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) dalam peningkatan pembentukan mikronukleus antara mukosa bukal dan mukosa gingiva. Rerata perbedaan dalam jumlah mikronukleus adalah 5,5/1000 sel. Terdapat perbedaan dalam peningkatan mikronukleus antara mukosa bukal dan gingiva akibat paparan radiografi panoramik konvensional. Mukosa bukal menunjukkan peningkatan lebih tinggi dibandingkan mukosa gingiva.

Peningkatan jumlah mikronukleus pada mukosa bukal lebih tinggi dibandingkan dengan mukosa gingiva 10 hari setelah dipapar radiografi panoramik konvensional.Penelitian ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan teknik radiografi panoramik konvensional karena dosis yang digunakan relatif besar dibandingkan dengan radiografi panoramik digital.Walaupun efek yang timbul bersifat reversibel, tetap diperlukan penerapan prinsip ALARA dalam penanganan pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang radiologi.

Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh variasi dosis radiasi panoramik terhadap pembentukan mikronukleus pada berbagai jenis mukosa oral, dengan tujuan untuk menentukan ambang batas dosis yang aman bagi pasien. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan agen pelindung radiasi, seperti antioksidan, dalam mengurangi efek genotoksik dari radiografi panoramik. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau efek jangka panjang dari paparan radiografi panoramik terhadap kesehatan oral dan sistemik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan DNA.

  1. Perbedaan jumlah mikronukleus mukosa gingiva dan mukosa bukal akibat radiasi radiografi panoramik | Jurnal... jurnal.pdgi.or.id/index.php/jrdi/article/view/424Perbedaan jumlah mikronukleus mukosa gingiva dan mukosa bukal akibat radiasi radiografi panoramik Jurnal jurnal pdgi index php jrdi article view 424
Read online
File size556.77 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test