UPDMUPDM

Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI)Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda pada sampel 25 perusahaan selama periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, yang menandakan bahwa investor tidak menempatkan fleksibilitas keuangan jangka pendek sebagai faktor utama dalam menilai valuasi pasar perusahaan. Tingkat likuiditas yang terlalu tinggi atau rendah ternyata tidak berdampak signifikan terhadap persepsi investor terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan kinerja operasional yang baik untuk meningkatkan kepercayaan investor serta meningkatkan valuasi pasar. Profitabilitas juga menjadi sinyal kuat bagi investor mengenai manajemen yang efisien dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan, sehingga menjadi faktor keuangan utama yang diperhatikan investor. Selanjutnya, solvabilitas, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa selama perusahaan dapat mengelola utang jangka panjang dengan baik dan risiko keuangan tetap terkendali, investor cenderung kurang memperhatikan solvabilitas dalam menilai nilai perusahaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas merupakan determinan paling penting bagi nilai perusahaan, sedangkan likuiditas dan solvabilitas memiliki pengaruh yang lebih rendah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa likuiditas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek bukanlah faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menilai nilai pasar perusahaan.Meskipun likuiditas mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan dalam mengelola aset lancar dan kewajiban jangka pendek, hasil penelitian menunjukkan bahwa investor lebih memprioritaskan faktor-faktor yang secara langsung menunjukkan kinerja dan potensi pertumbuhan perusahaan.Likuiditas yang terlalu tinggi bahkan dapat dianggap sebagai indikasi penggunaan tidak efisien dari sumber daya, sedangkan likuiditas yang terlalu rendah namun dikelola dengan baik tidak secara otomatis menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.Oleh karena itu, perubahan tingkat likuiditas tampaknya tidak memiliki dampak signifikan terhadap nilai perusahaan dalam konteks penelitian ini.Sebaliknya, profitabilitas ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.Temuan ini menegaskan peran penting kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas operasionalnya.Perusahaan dengan profitabilitas yang lebih tinggi umumnya dianggap lebih efektif dalam pengelolaan sumber daya dan lebih mampu menjamin pertumbuhan jangka panjang.Profitabilitas juga berfungsi sebagai sinyal kuat bagi investor, karena laba yang tinggi menunjukkan manajemen yang kompeten dan prospek bisnis yang menjanjikan.Akibatnya, perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung mengalami peningkatan kepercayaan investor, yang berujung pada permintaan yang lebih tinggi untuk saham mereka dan akhirnya meningkatkan nilai perusahaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, di antara indikator keuangan yang diteliti, profitabilitas adalah faktor paling berpengaruh dalam membentuk persepsi pasar dan pengambilan keputusan investasi.Sementara itu, penelitian ini menemukan bahwa solvabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang dan struktur modalnya bukanlah faktor penentu utama bagi investor dalam menentukan nilai perusahaan, selama perusahaan mampu mengelola utang secara bertanggung jawab dan menghindari risiko keuangan berlebihan.Meskipun solvabilitas tetap penting dalam mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan, investor tampaknya memberikan bobot lebih pada indikator yang mencerminkan efisiensi operasional dan profitabilitas.Temuan ini sejalan dengan gagasan bahwa, dalam konteks tertentu, peserta pasar lebih fokus pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan daripada hanya pada rasio utang atau leverage keuangan jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti tata kelola perusahaan, kondisi pasar, atau pertumbuhan perusahaan sebagai variabel yang mungkin memengaruhi nilai perusahaan. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan dampak rasio keuangan terhadap nilai perusahaan seiring waktu juga dapat memberikan wawasan lebih dalam. Penelitian juga dapat membandingkan pengaruh rasio keuangan di sektor industri yang berbeda untuk melihat apakah temuan ini bersifat universal atau bersifat spesifik terhadap sektor manufaktur. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini, peneliti dapat mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan, yang pada akhirnya dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat bagi manajer, investor, dan pihak terkait dalam pengambilan keputusan strategis.

  1. The Effect of Financial Ratios on Stock Prices with Profitability as a Moderating Variable in Food Companies... ejournal.internasional.org/index.php/finance/article/view/84The Effect of Financial Ratios on Stock Prices with Profitability as a Moderating Variable in Food Companies ejournal internasional index php finance article view 84
Read online
File size339.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test