UNSIKAUNSIKA

Wahana Karya Ilmiah PendidikanWahana Karya Ilmiah Pendidikan

Keberagaman agama di Indonesia menuntut perawat memiliki kompetensi budaya dan spiritual yang memadai, khususnya dalam memberikan asuhan pada fase akhir kehidupan dan pascakematian. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan jenjang sarjana (S1) dan diploma (D3) mengenai ritual kematian dalam agama Islam, Kristen, dan Hindu, serta menganalisis hubungannya dengan profil demografi mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan sampel 58 mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berisi 18 pertanyaan pilihan ganda dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa berada pada kategori sedang hingga rendah (M = 7,79; SD = 3,85), dengan pemahaman terbaik pada ritual kematian Islam dan terendah pada ritual Hindu. Mahasiswa D3 keperawatan memiliki skor pengetahuan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa S1. Faktor usia, jenjang pendidikan, semester, dan latar belakang agama menunjukkan hubungan dengan tingkat pengetahuan, sedangkan jenis kelamin berpengaruh minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat kesenjangan pengetahuan mahasiswa keperawatan terkait ritual kematian lintas agama. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kurikulum keperawatan yang lebih inklusif dan kontekstual untuk meningkatkan kompetensi spiritual dan budaya calon perawat dalam praktik klinik multikultural.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa keperawatan jenjang sarjana dan diploma memiliki profil demografi yang relatif homogen, didominasi usia dewasa awal, perempuan, serta latar belakang agama yang kuat, yang secara nyata memengaruhi tingkat pengetahuan mereka tentang ritual kematian lintas agama.Secara umum, tingkat pengetahuan mahasiswa berada pada kategori sedang hingga rendah, dengan pemahaman terbaik pada ritual kematian Islam dan paling rendah pada ritual Hindu.Perbedaan pengetahuan dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, semester, usia, serta latar belakang agama, sementara jenis kelamin menunjukkan pengaruh yang minimal.Mahasiswa D3 keperawatan menunjukkan skor pengetahuan yang relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok lain, yang mengindikasikan peran pengalaman praktik dan paparan klinik.Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan pengetahuan lintas agama dan perlunya penguatan kurikulum keperawatan yang lebih terstruktur, kontekstual, dan inklusif agar lulusan keperawatan memiliki kompetensi budaya dan spiritual yang memadai dalam menghadapi ritual kematian pasien dari berbagai latar belakang agama.

Untuk meningkatkan kompetensi budaya dan spiritual mahasiswa keperawatan, disarankan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih inklusif dan kontekstual. Kurikulum ini dapat mencakup materi tentang ritual kematian lintas agama, dengan fokus pada pemahaman yang komprehensif dan aplikatif. Selain itu, pengalaman praktik klinik yang lebih luas dan simulasi kasus lintas agama dapat menjadi strategi efektif untuk menjembatani perbedaan latar belakang demografi mahasiswa. Dengan demikian, lulusan keperawatan akan memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi ritual kematian pasien dari berbagai latar belakang agama, sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang sensitif secara budaya dan spiritual.

  1. Literature Study: ICU Nurses Experience of Providing Spiritual Care to End of Life Care Patients during... doi.org/10.33746/fhj.v9i02.403Literature Study ICU Nurses Experience of Providing Spiritual Care to End of Life Care Patients during doi 10 33746 fhj v9i02 403
Read online
File size536.3 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test