UBUB
Heart Science JournalHeart Science JournalPenyakit jantung reumatik (RHD) dapat dicegah, meskipun orang-orang produktif mungkin mengalami konsekuensi. Indonesia, sebagai negara endemis RHD, terutama melaporkan stenosis mitral yang terisolasi di antara pasien RHD. Perburukan akut stenosis mitral dapat menyebabkan gagal jantung akut dan syok kardiogenik, aritmia, stroke, hipertensi paru, kejadian emboli sistemik, endokarditis infektif, dan masalah terkait kehamilan. Diagnosis darurat katup kritis, terutama stenosis mitral reumatik dalam perawatan jantung akut, sering diabaikan karena riwayat klinis yang mungkin menyerupai entitas penyakit lain. Tinjauan ini menyoroti manifestasi darurat klinis dan manajemen komprehensif stenosis mitral reumatik dalam perawatan jantung akut.
Stenosis mitral reumatik adalah penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah yang menyebabkan komplikasi serius pada populasi usia produktif, dengan negara endemis seperti Indonesia melaporkan stenosis mitral terisolasi sebagai lesi katup utama.Perburukan akut stenosis mitral reumatik dapat memicu darurat kardiovaskular seperti gagal jantung akut dan syok kardiogenik, yang seringkali sulit didiagnosis di setting darurat.Patogenesis stenosis mitral melibatkan mimikri molekuler yang menyebabkan kerusakan katup progresif dan obstruksi aliran, yang menyebabkan peningkatan tekanan atrium kiri, hipertensi paru, dan penurunan output jantung.Manajemen dalam perawatan jantung akut berfokus pada pengendalian laju (untuk memperpanjang waktu pengisian diastolik), diuretik untuk kongesti, dan vasopresor tanpa efek kronotropik signifikan untuk syok.Penting untuk dicatat bahwa dalam syok kardiogenik yang disebabkan oleh stenosis mitral, perangkat dukungan sirkulasi mekanik (MCS) seperti TandemHeart RA-PA atau LAVA-ECMO dianggap lebih unggul karena mereka langsung mengosongkan atrium kiri, mengatasi mekanisme syok pra-ventrikular, sedangkan IABP dan Impella kurang mungkin bermanfaat.Oleh karena itu, diagnosis cepat melalui echocardiography dan intervensi definitif awal, seperti komissurotomi mitral balon percutaneous (PMBC), vital untuk meningkatkan hasil, bahkan dalam skenario kritis seperti syok kardiogenik dan kehamilan berisiko tinggi.
Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif untuk menangani komplikasi stenosis mitral reumatik, termasuk pengembangan protokol manajemen yang lebih komprehensif untuk menangani kondisi darurat kardiovaskular yang terkait. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pendekatan terapi baru untuk mengendalikan laju jantung dan mengurangi kongesti pada pasien dengan stenosis mitral reumatik, dengan mempertimbangkan efek jangka panjang dari intervensi tersebut. Terakhir, studi prospektif yang menyelidiki hasil jangka panjang pasien yang menjalani komissurotomi mitral balon percutaneous (PMBC) dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas dan keamanan prosedur ini dalam konteks stenosis mitral reumatik.
- Outcomes following balloon mitral valvuloplasty in pregnant females with mitral stenosis and significant... doi.org/10.1111/joic.12507Outcomes following balloon mitral valvuloplasty in pregnant females with mitral stenosis and significant doi 10 1111 joic 12507
- Mitral facies—a classic feature of chronic mitral stenosis: A case report - Fatwiadi Apulita Ginting... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2050313X231200965Mitral faciesAia classic feature of chronic mitral stenosis A case report Fatwiadi Apulita Ginting journals sagepub doi 10 1177 2050313X231200965
- The association between systemic lupus erythematosus and valvular heart disease: an extensive data analysis... doi.org/10.1111/eci.12744The association between systemic lupus erythematosus and valvular heart disease an extensive data analysis doi 10 1111 eci 12744
| File size | 1.29 MB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
FKPTFKPT Precision untuk kelas 0 dan 1 masing-masing sebesar 0,99979 dan 0,99884, sedangkan recall mencapai 0,99928 untuk kelas 0 dan 0,99966 untuk kelas 1. NilaiPrecision untuk kelas 0 dan 1 masing-masing sebesar 0,99979 dan 0,99884, sedangkan recall mencapai 0,99928 untuk kelas 0 dan 0,99966 untuk kelas 1. Nilai
UMPPUMPP Data berupa 3. 000 ulasan Shopee yang diperoleh dari situs Google Play Store pada tahun 2025 dianalisis menggunakan Natural Language Processing denganData berupa 3. 000 ulasan Shopee yang diperoleh dari situs Google Play Store pada tahun 2025 dianalisis menggunakan Natural Language Processing dengan
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA The results showed no significant difference in SDNN or LF/HF between LPR and non‑LPR groups (p>0. 05), indicating that autonomic dysfunction measuredThe results showed no significant difference in SDNN or LF/HF between LPR and non‑LPR groups (p>0. 05), indicating that autonomic dysfunction measured
UMSBUMSB This research contributes to the development of more efficient fire safety equipment, providing valuable insights into the integration of advanced motorThis research contributes to the development of more efficient fire safety equipment, providing valuable insights into the integration of advanced motor
UMWUMW 0%), pada umur 61-70 tahun sebanyak 5 orang (23. 8%), dan pada umur 71-80 tahun tidak ada (0%). Berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah kadar LDL yang abnormal0%), pada umur 61-70 tahun sebanyak 5 orang (23. 8%), dan pada umur 71-80 tahun tidak ada (0%). Berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah kadar LDL yang abnormal
UMSBUMSB Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistemBerbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem
UMPUMP Studi ini dilakukan menggunakan aplikasi VosViewer dan Biblioshinny (dari R Package). Temuan- studi ini berhasil menjaring sebanyak 379 publikasi yangStudi ini dilakukan menggunakan aplikasi VosViewer dan Biblioshinny (dari R Package). Temuan- studi ini berhasil menjaring sebanyak 379 publikasi yang
IAESCOREIAESCORE Perbedaan ini terletak pada jenis klasifikasi dan aturan fuzzy yang digunakan. Pada tahap awal, noise pada citra dikelompokkan menggunakan metode clusteringPerbedaan ini terletak pada jenis klasifikasi dan aturan fuzzy yang digunakan. Pada tahap awal, noise pada citra dikelompokkan menggunakan metode clustering
Useful /
UMSBUMSB Dari hasil program percepatan pelaksanaan maka didapatkan jadwal pekerjaan dengan durasi waktu yang lebih cepat 31 hari kerja dibanding jadwal pekerjaanDari hasil program percepatan pelaksanaan maka didapatkan jadwal pekerjaan dengan durasi waktu yang lebih cepat 31 hari kerja dibanding jadwal pekerjaan
UMSBUMSB Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional KRL Commuter Line jurusan Yogyakarta-Solo, dengan fokus pada kapasitas transportasi, frekuensiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional KRL Commuter Line jurusan Yogyakarta-Solo, dengan fokus pada kapasitas transportasi, frekuensi
UMWUMW Menurut WHO menyatakan bahwa angka kejadian hiperurisemia sekitar 1-4% dari pipulasi umum. Salah satu pengobatan dari penyakit hiperurisemia adalah allopurinol.Menurut WHO menyatakan bahwa angka kejadian hiperurisemia sekitar 1-4% dari pipulasi umum. Salah satu pengobatan dari penyakit hiperurisemia adalah allopurinol.
UMIUMI Penulis menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa dari kelas dua SMA Negeri 21Penulis menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa dari kelas dua SMA Negeri 21