UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Guru di sekolah dapat memengaruhi penggunaan internet di kalangan siswa remaja yang memiliki prevalensi tinggi mengakses internet untuk tujuan selain konten pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kontribusi kelekatan guru-siswa terhadap problematic internet use (PIU) siswa sekolah menengah. Responden berasal dari siswa sekolah menengah (N = 160) dengan usia rata-rata 13,8 (SD = 1,6), dan 58% adalah perempuan. Data dikumpulkan menggunakan teknik accidental sampling. PIU diukur dengan skala laporan diri menggunakan Indonesian Problematic Internet Use Scale (IPIUS) dan keterikatan guru menggunakan Inventory of Teacher-Student Relationship (ITSR). Penelitian ini menerapkan validitas konten dan alpha Cronbach. Data dikumpulkan dengan Google Forms dan dianalisis menggunakan analisis regresi yang dibantu oleh perangkat lunak SPSS. Temuan menunjukkan kontribusi yang signifikan dari kelekatan guru-siswa terhadap PIU siswa sekolah menengah dan menyoroti pentingnya peran guru dalam timbulnya masalah perilaku yang terkait dengan penggunaan internet. Diskusi lebih lanjut tentang peran guru dalam menentukan perilaku siswa remaja disarankan.

Penelitian ini mengungkapkan adanya kontribusi dari kelekatan guru-siswa terhadap penggunaan internet bermasalah (PIU) pada remaja.Semakin rendah kelekatan siswa terhadap guru, semakin rentan mereka mengembangkan perilaku PIU.Meskipun kontribusinya kecil, peran guru dalam mencegah munculnya masalah perilaku terkait penggunaan internet tetap penting untuk dipertimbangkan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian yang mengeksplorasi bagaimana kelekatan dengan guru yang berbeda-beda dalam satu sekolah memengaruhi perilaku penggunaan internet siswa, karena siswa biasanya berinteraksi dengan lebih dari satu guru, dan persepsi mereka terhadap masing-masing guru bisa sangat bervariasi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menguji apakah kualitas kelekatan guru-siswa berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap PIU pada siswa yang mengalami kesepian atau tekanan sosial terkait citra tubuh, mengingat bahwa remaja sering menggunakan internet untuk mengompensasi perasaan tidak nyaman selama masa pubertas. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana faktor usia dan jenis kelamin memengaruhi hubungan antara kelekatan guru-siswa dan PIU, karena tahap perkembangan remaja dan dinamika gender dapat membentuk cara siswa membangun ikatan dengan guru serta respons mereka terhadap aturan penggunaan internet di sekolah. Studi-studi ini akan melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih mendalam dan kontekstual terhadap hubungan interpersonal di lingkungan sekolah.

  1. School-based relationships and problematic internet use amongst Chinese students | PLOS One. school based... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0248600School based relationships and problematic internet use amongst Chinese students PLOS One school based journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0248600
  2. The Contribution of Teacher-Student Attachment on Problematic Internet Use (PIU) Among High School Students... journal2.um.ac.id/index.php/JSPsi/article/view/50388The Contribution of Teacher Student Attachment on Problematic Internet Use PIU Among High School Students journal2 um ac index php JSPsi article view 50388
  3. The Role of Parents in Problematic Internet Use among US Adolescents | Article | Media and Communication.... cogitatiopress.com/mediaandcommunication/article/view/523The Role of Parents in Problematic Internet Use among US Adolescents Article Media and Communication cogitatiopress mediaandcommunication article view 523
Read online
File size299.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test