DARUNNAJAHDARUNNAJAH

Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan PendidikanCendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan

Kurikulum memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan sebagai panduan utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal keterkaitan antara isi materi dengan kehidupan nyata peserta didik. Kurikulum PAI sering kali lebih menekankan aspek kognitif, sehingga penguatan nilai-nilai keagamaan dalam sikap dan perilaku siswa belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai referensi berupa buku dan artikel ilmiah yang membahas teori serta implementasi pengembangan kurikulum, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam merancang kurikulum diperlukan empat landasan utama, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan teknis. Keempatnya berfungsi sebagai acuan dalam menentukan arah, isi, dan tujuan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman. Dengan demikian, proses pengembangan kurikulum harus dirancang secara sistematis dan relevan dengan konteks yang ada, serta melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya agar kurikulum PAI yang dihasilkan mampu beradaptasi terhadap dinamika sosial dan kemajuan teknologi.

Dasar-dasar pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) meliputi berbagai elemen seperti pengetahuan, informasi, data, aktivitas, serta pengalaman yang menjadi inti dari kurikulum, bersama dengan metode pengajaran dan teknik evaluasi yang diterapkan.Kurikulum memegang posisi sentral dalam dunia pendidikan karena menjadi landasan utama proses pembelajaran.hubungan antara guru dan siswa sangat dipengaruhi oleh isi dan struktur kurikulum tersebut.Tanpa kurikulum yang jelas dan terstruktur, proses pembelajaran akan kehilangan arah dan tujuan yang pasti.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan kearifan masyarakat dalam kurikulum PAI untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dengan konteks kehidupan siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model evaluasi kurikulum PAI yang lebih komprehensif, tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI, khususnya dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan pengembangan kurikulum PAI dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan agama, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

  1. LANDASAN SOSIAL BUDAYA DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM | Inspiratif Pendidikan.... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Inspiratif-Pendidikan/article/view/4922LANDASAN SOSIAL BUDAYA DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Inspiratif Pendidikan journal uin alauddin ac index php Inspiratif Pendidikan article view 4922
Read online
File size207.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test