WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Perlindungan hak-hak ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan martabat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka hukum di Indonesia terkait ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas dengan menilai kesesuaiannya terhadap standar yang ditetapkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Menggunakan metode penelitian hukum normatif, studi ini berfokus pada analisis peraturan nasional yang relevan serta konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia, terutama yang terkait dengan hak-hak penyandang disabilitas di tempat kerja. Penelitian ini meninjau apakah ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia telah mengadopsi prinsip-prinsip yang tercantum dalam standar ILO, serta memberikan tinjauan kritis terhadap langkah-langkah hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian dalam beberapa aspek antara kerangka hukum Indonesia dan standar ILO, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam perundang-undangan untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi kerangka hukum yang sesuai dengan standar ILO dalam perlindungan hak ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas, implementasi peraturan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan.Kesenjangan antara norma hukum dan realitas di lapangan, stigma sosial, serta kurangnya akomodasi yang memadai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas di dunia kerja.Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat regulasi, meningkatkan kesadaran publik, dan mengembangkan program inklusi yang efektif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas program insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas, dengan fokus pada bagaimana insentif fiskal atau non-fiskal memengaruhi keputusan rekrutmen dan retensi karyawan difabel, serta apakah insentif tersebut benar-benar mendorong transformasi budaya inklusi di tempat kerja. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan vokasional berbasis teknologi yang dapat menjangkau penyandang disabilitas di daerah terpencil, termasuk pengembangan kurikulum digital adaptif yang mempertimbangkan berbagai jenis disabilitas dan ketersediaan infrastruktur internet. Ketiga, diperlukan studi komprehensif untuk mengembangkan sistem pemantauan independen yang melibatkan lembaga nasional dan organisasi difabel dalam mengumpulkan data akurat tentang partisipasi ketenagakerjaan penyandang disabilitas, serta mengevaluasi dampak kebijakan secara berkala guna mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan sesuai standar internasional.

Read online
File size319.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test