UMGUMG

ENIGMA: Engineering in Green MachineryENIGMA: Engineering in Green Machinery

Proyek Pembangunan Infrastruktur dan Lanskap Depot Kas Utama Wilayah Timur (DKUT) PK-19 di Kawasan JIIPE Gresik merupakan proyek vital milik Bank Indonesia yang memerlukan sistem kelistrikan andal dan berkesinambungan. Untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik, PT Jaya Teknik Indonesia (JTI) sebagai sub kontraktor instalasi kelistrikan menerapkan sistem pembangkit cadangan berupa dua unit genset Mitsubishi tipe MGS1500CL dan MGS1300R L50. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem sinkronisasi dan distribusi daya antar-genset serta koneksi ke jaringan PLN. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan pengukuran parameter operasi, termasuk tegangan, arus, dan frekuensi selama proses uji nyala, sinkronisasi, serta distribusi daya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sinkronisasi antar-genset mampu menjaga keseimbangan beban dengan selisih arus antar-fasa <5%, sedangkan sistem distribusi tiga fasa empat kawat (3Φ-4W) yang diterapkan efektif menyalurkan daya melalui Main Distribution Panel (MDP) ke sub-panel di seluruh area proyek. Penerapan sinkronisasi otomatis berbasis auto-synchronizer terbukti meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kestabilan tegangan sistem.

Sistem sinkronisasi genset Mitsubishi MGS1500CL dan MGS1300RL50 berbasis kontrol otomatis mampu bekerja secara stabil dan andal, dengan waktu sinkronisasi rata-rata sekitar 8 detik serta pembagian beban yang seimbang sesuai batas toleransi IEEE Std 1547-2018.Sistem distribusi daya tiga fasa empat kawat menunjukkan kestabilan tegangan dan faktor daya yang baik pada seluruh panel beban utama.Efisiensi operasional genset mencapai kondisi optimal pada pembebanan menengah, menunjukkan peran penting sistem sinkronisasi otomatis dalam meningkatkan efisiensi energi, mengurangi risiko ketidakseimbangan beban, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Pertama, perlu diteliti penerapan sistem monitoring berbasis SCADA secara real-time untuk melakukan pengaturan beban dinamis antar genset, sehingga sistem dapat menyesuaikan pembebanan secara otomatis sesuai kebutuhan operasional lapangan tanpa intervensi manual. Kedua, perlu dikaji efektivitas strategi pemeliharaan preventif berbasis data operasional jangka panjang, seperti pola konsumsi bahan bakar, suhu kerja, dan kinerja alternator, untuk menentukan jadwal perawatan yang lebih presisi dan mencegah degradasi kinerja genset. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang integrasi genset paralel dengan sumber energi terbarukan seperti panel surya atau baterai penyimpan energi, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan keberlanjutan sistem kelistrikan cadangan pada proyek strategis seperti DKUT PK-19.

Read online
File size501.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test