UMGUMG

E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan InformatikaE-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika

Peningkatan volume sampah rumah tangga di Indonesia memicu pencemaran udara akibat pembakaran terbuka yang tidak terkontrol. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan mesin incinerator yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan mesin pembakar sampah otomatis berbasis Arduino dengan sistem filter asap berbasis air untuk menekan emisi karbon hasil pembakaran. Metode penelitian meliputi perancangan sistem kontrol otomatis menggunakan Arduino Nano, perakitan tungku pembakaran berkapasitas 10 kg, serta pengujian performa suhu dan efisiensi filter asap terhadap berbagai jenis sampah organik dan anorganik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem incinerator mampu beroperasi pada suhu 250–550°C dengan suhu maksimum 850°C, serta mampu menurunkan emisi karbon hingga 30% dibandingkan pembakaran tanpa filter. Asap hasil pembakaran tampak lebih putih dan berkurang volumenya, menunjukkan efektivitas sistem penyaringan berbasis air. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistem kontrol otomatis dengan teknologi filter air pada incinerator rumah tangga, yang belum banyak dikembangkan dalam penelitian sebelumnya. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah rumah tangga skala kecil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem incinerator otomatis berbasis Arduino mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi asap secara signifikan.Pengendalian suplai udara dan bahan bakar secara otomatis memungkinkan ruang bakar mencapai suhu kerja stabil antara 250°C–550°C, dengan suhu maksimum 850°C, sehingga proses oksidasi berlangsung lebih sempurna.Sistem ini merupakan pendekatan teknis yang efisien, ekonomis, dan layak diterapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga skala kecil sebagai alternatif teknologi pembakaran konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan sensor gas untuk pemantauan emisi secara real-time, integrasi filter lanjutan seperti karbon aktif atau katalis, serta perancangan ruang bakar dengan isolasi termal yang lebih baik agar mampu mencapai suhu yang lebih tinggi. Selain itu, pengembangan sistem pembersihan air filter secara otomatis dan pemanfaatan IoT untuk pemantauan jarak jauh dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kelayakan implementasi di masyarakat. Penelitian lanjutan juga dapat difokuskan pada analisis komprehensif kandungan gas emisi seperti CO, CO₂, dan partikulat halus (PM2.5 dan PM10) untuk memvalidasi efektivitas filter air dalam mereduksi polutan sesuai standar kualitas udara yang berlaku.

Read online
File size923.29 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test