POLMEDPOLMED

Jurnal Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (JTRIL)Jurnal Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (JTRIL)

Kendaraan dengan bahan bakar berbasis energi listrik sudah mulai marak digunakan. Setiap kali pengisian baterai, baterai akan mengalami penurunan umur dan kerusakan jika proses pengisian tidak dimonitor. Monitoring merupakan aktivitas penting untuk memastikan proses, aktivitas, atau sistem berjalan dengan baik. Saat ini, monitoring dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung menggunakan media seperti komputer atau smartphone. Tujuan utama monitoring pengisian baterai sepeda listrik adalah mencegah penurunan umur baterai secara drastis dan menjaga kualitas baterai agar tidak cepat rusak. Melalui tinjauan ini, penulis mengusulkan desain perangkat monitoring untuk sepeda listrik 48V menggunakan sensor daya PZEM-017 yang relatif terjangkau dengan ESP32 sebagai mikrokontroler yang dapat mengakses jaringan internet, sehingga memudahkan pengguna untuk memantau pengisian secara remote melalui smartphone. Dengan konsep yang direncanakan, penulis melakukan pengujian dan kalibrasi sensor sehingga sistem monitoring yang dirancang dapat menampilkan hasil pengukuran yang akurat. Dari eksperimen yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa untuk merancang sistem monitoring yang akurat, diperlukan sensor yang tepat yang telah diuji melalui eksperimen dan kalibrasi secara teratur.

Pembuatan dan perancangan alat monitoring pengisian daya baterai 48 Volt 12 Ah menggunakan sumber kombinasi panel surya dan listrik PLN merupakan proyek penting yang mendukung kebutuhan energi listrik untuk berbagai perangkat dan kendaraan listrik.Dengan kapasitas yang cukup besar, baterai ini memerlukan sistem pengisian yang tidak hanya efisien tetapi juga aman.Beberapa poin utama yang perlu diperhatikan adalah pentingnya desain sistem pengisian yang memaksimalkan efisiensi agar waktu pengisian dapat dilakukan tanpa merusak baterai.Penggunaan teknologi pengisian cepat dengan kontrol arus dan tegangan yang tepat sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengisian dari sumber PLN memiliki efisiensi tinggi, dengan waktu pengisian sekitar 6 jam saat menggunakan arus 2A, yang sesuai dengan perhitungan teoritis.Selain itu, pengisian baterai 48V 12Ah juga melibatkan perhitungan biaya listrik per kWh dan daya yang dibutuhkan, sehingga penting untuk menerapkan sistem pengendalian yang dapat mengatur sumber listrik berdasarkan prioritas dan kondisi beban.Hal ini bertujuan untuk menghindari fluktuasi tegangan dan memastikan pengisian yang efisien dan aman.Penggunaan energi surya sebagai sumber daya utama dapat meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan, mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN, serta menurunkan biaya operasional dalam jangka panjang.Pengembangan sistem yang mengintegrasikan kedua sumber energi ini menjadi langkah strategis untuk mencapai keberlanjutan dalam penggunaan energi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan sistem pengisian baterai yang lebih efisien dengan menggunakan teknologi pengisian cepat dan kontrol arus serta tegangan yang tepat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada integrasi sumber energi surya dan listrik PLN untuk mencapai keberlanjutan dalam penggunaan energi. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi energi dalam sistem pengisian baterai.

Read online
File size394.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test